Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.. Selamat Jalan Dr Ryan Thamrin !

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.. Selamat Jalan Dr Ryan Thamrin !

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'un.. Selamat Jalan Dr Ryan Thamrin !


Dokter ganteng dr. Ryan Thamrin meninggal dunia, Jumat (4/8). Kepastian kabar duka ini disampaikan sahabat almarhum, dr. Reisa Broto Asmoro, lewat akun Instagramnya, @reisabrotoasmoro.

"Innalilahi wa inna lilahi rodjiun... Telah berpulang ke Rahmatullah.. dr. Ryan Thamrin pada pagi hari dan rencana akan dimakamkan siang ini setelah jumatan di Pekanbaru. Mohon doanya kepada teman2 semua agar beliau diringankan dari siksa kubur, ditempatkan di tempat terbaik di surga, dilapangkan kuburnya dan diterima semua amal ibadahnya. Amiiin.. Saya mewakili pihak keluarga, mohon maaf atas kesalahan yg telah diperbuat dan mohon selalu doanya utk beliau," tulis dr. Reisa Broto Asmoro, beberapa menit lalu.

Kabar meninggalnya dr. Ryan Thamrin mengejutkan banyak pihak. Sebab dokter ganteng yang pernah menjadi cover boy di majalah Aneka Yess! dan Abang Jakarta tahun 2003 itu belum pernah diberitakan menderita sakit serius.

"Innalillahi.. Semoga alm. Ditempatkan ditempat sebaik-baiknya aamiin. Pantes ga pernah ada di Dr. Oz lagi," tulis salah satu netizen.

"innalillahi...Allah...sakit kah?smoga khusnul khotimah...smoga diberi tempat terbaik disisiNya," doa netizen yang lain untuk dr. Ryan Thamrin.


Sungguh Mengerikan ! Inilah Hukuman Bagi Pemberi dan Penerima Suap !!

Sungguh Mengerikan ! Inilah Hukuman Bagi Pemberi dan Penerima Suap !!

Sungguh Mengerikan ! Inilah Hukuman Bagi Pemberi dan Penerima Suap !!


Dewasa ini praktik suap menjadi problematika di berbagai sendi kehidupan masyarakat. Bahkan tidak berlebihan bila kita katakan, bahwa persoalan ini sudah menjadi masalah yang multi dimensional. Melihat telah merambah dalam ranah sosial, moral, hukum, ekonomi dan pendidikan.

Seorang yang melakukan suap, biasanya ia memberikan suap untuk suatu kepentingan; baik berupa keuntungan tertentu atau supaya terbebas dari jerat hukuman. al Fayyumi rahimahullah, dalam Mishbahul Munir menjelaskan makna daripada risywah,

"Risywah (gratifikasi) adalah sebuah pemberian seseorang kepada hakim atau selain hakim, supaya memberikan keputusan yang menguntungkannya atau membuat orang yang diberi menuruti keinginannya"

al-Jurjani dalam at-tarifat menerangkan,

"Risywah adalah, harta yang diberikan untuk tujuan menyalahkan yang benar dan membenarkan yang salah"

Maka tidaklah heran, bila pihak yang paling rawan berhubungan dengan suap adalah pejabat di lingkungan birokrasi pemerintah, yang memiliki peranan penting dalam memutuskan perkara. Semisal dalam pemberian izin ataupun pemberian mandat proyek.

Dalam urusan administrasi, juga tidak lepas dari suap. Untuk saat ini, pejabat yang berwenang mengeluarkan surat administrasi ataupun identitas; semisal paspor, KTP, SIM dan lain-lain, rentan berhubungan dengan suap.

Bahkan saat ini, suap ditengarai sudah merambah ke dunia pendidikan. Baik dalam tahap peneriman mahasiswa/siswa baru, kenaikan kelas, kelulusan atau untuk mendapatkan nilai bagus dalam ujian mata pelajaran atau mata kuliah.

Amat menyedihkah bukan melihat kenyataan yang seperti ini (?!) Lembaga pendidikan yang dielu-elukan menjadi tonggak masa depan bangsa, pun ternyata tak lepas dari parktik sogok. Yang sudah barang tentu praktik haram seperti ini akan menghilangkan keberkahan daripada ilmu. Untuk itu perlu digalakan lagi gerakan penyadaran masyarakat akan bahaya risywah atau gratifikasi.

Pandangan Islam terhadap gratifikasi

Di antara prinsip dasar Islam adalah, mendatangkan segala hal yang bisa memberikan maslahat bagi kehidupan manusia, dan mencegah segala perkara yang bisa merugikan kehidupan manusia atau meminimalisir dampaknya. Di antara perkara yang merugikan kehidupan manusia adalah praktik risywah (gratifikasi). Oleh karenanya, Islam menetapkan keharaman praktek ini.

Bahkan sebagian ulama telah menukilkan ijma (kesepakatan di kalangan ulama) akan keharaman risywah. Di antaranya adalah Taqiyyuddin as Subki rahimahullah dalam kitab fatwanya (3). Mereka menyimpulkan dari banyak dalil yang secara tegas melarang perbuatan ini.

Di antaranya adalah berikut ini:

Pertama: firman Allah taala,

"Mereka (orang-orang Yahudi) itu suka mendengar kebohongan-kebohongan para pendeta mereka dan suka memakan as-suht" (QS Al Maidah 42).

"Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) berlomba-lomba berbuat dosa dan permusuhan serta memakan harta as-suht. Sungguh amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu" (QS. Al-Maidah : 62)

Lalu apa gerangan makna as-suht pada ayat di atas?

Ternyata makna as-suht pada ayat di atas adalah risywah, sebagaimana dijelaskan Nabi shallallahualaihiwasallam dalam sabdanya,

"Setiap daging yang tumbuh karena as-suht, maka api neraka lebih pantas untuknya. Para sahabat bertanya, Wahai Rasul, apa as-suht itu? Beliau menjawab, Risywah dalam memutuskan perkara." (HR. Baihaqi).

Ibnu Masud radhiyallahuanhu juga menerangkan makna as-suht,

"Suht adalah engkau memenuhi keperluan saudaramu, kemudian dia memberikan hadiah kepadamu, lalu engkau menerima hadiah tersebut."

Para pembaca yang dimuliakan Allah, konteks ayat di atas sedang membicarakan sifat orang-orang Yahudi, yang mana mereka biasa memakan harta suht. Dan telah kita simak bersama pemaparan mengenai makna suht, bahwa maknanya adalah risywah atau harta suap. Dari sini dapat kita ketahui, bahwa diantara sifat orang-orang Yahudi adalah biasa melakukan prkatek risywah.

Oleh karenanya, larangan terhadap perbuatan ini tidak hanya karena keharaman harta suap itu sendiri, namun juga karena terdapat unsur tasyabbuh dengan orang-orang Yahudi.

Kedua, Allah taala berfirman,

"Dan janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil. Jangan pula kalian mengajukan perkara kepada hakim-hakim dengan cara yang batil, supaya kalian dapat mengambil sebagian daripada harta benda orang lain padahal kalian mengetahui, bahwa cara semacam itu adalah batil." (QS Al Baqarah: 188).

Imam Qurtubi rahimahullah, dalam tafsirnya menukilkan salah satu penjelasan ahli tafsir mengenai makna ayat ini, "Maksud ayat ini adalah, janganlah kalian merayu para hakim dengan menyuap mereka, dengan harta kalian.Untuk memenangkan siapa yang iming-iming uangnya paling banyak."

Kemudian beliau menukil perkataan Ibnu Athiyyah rahimahullah, yang menunjukkan tarjih (pilihan) beliau terhadap penafsiran ini, "Penafsiran inilah yang paling kuat. Karena hakim memang rawan menerima suap. Kecuali hakim yang mendapat taufik untuk menjauhi praktek haram tersebut dan mereka hanya segelintir."

Realita di lapangan memang demikian. Suap sering diberikan kepada aparat penegak hukum atau para pejabat di lingkungan birokrasi pemerintahan, yang memiliki peranan penting dalam memberikan suatu keputusan.

Imam al Baghowi dalan tafsirnya juga menjelaskan makna ayat ini, "Memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, maksudnya adalah memakan harta milik saudaramu dengan cara yang tidak halal."

Beliau melanjutkan, "Memakan dengan cara batil ada banyak macamnya. Bisa dengan cara menggosob atau merampok. Bisa pula berupa harta yang didapat dari hasil judi atau gaji penyanyi dan lain yang sejenis. Terkadang bisa melalui risywah (gratifikasi) atau khianat (korupsi)."

Ketiga, ayat-ayat yang memerintahkan untuk memakan harta yang baik dan halal. Di antaranya adalah firman Allah taala,

"Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari sebagian rezeki yang telah Allah berikan kepada kalian. Dan bertakwalah kepada Allah. Tuhan yang kalian imani" (QS. Al-Maidah: 88).

Dalam kaidah ushul fikih disebutkan,

Perintah terhadap sesuatu, bermakna larangan terhadap perkara sebaliknya.

Ayat di atas memerintahkan kaum mukminin untuk memakan rezeki yang baik dan halal. Dari kaidah ushul fikih di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa perintah ini mengandung makna larangan dari perkara sebaliknya, yaitu segala macam rezeki yang haram. Dan termasuk dalam kategori rezeki yang haram adalah harta risywah atau gratifikasi.

Keempat, laknat Rasulullah terhadap orang yang menyuap dan yang menerima suap.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahuanhu, beliau mengatakan,

"Rasulullah melaknat penyuap dan yang menerima suap" (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Juga riwayat dari sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahuanhu,

"Rasulullah shallallahualaihi wasallam melaknat penyuap dan orang yang menerima suap" (HR Abu Daud, dinilai shahih oleh al-Albani).

Kelima, hadis dari sahabat Abu Humaid as Saidi radhiyallahuanhu, bahwa beliau menceritakan,

Nabi shallallahualaihiwasallam mempekerjakan seseorang dari suku Azdy, namanya Ibnu Al Utbiyyah untuk mengurusi zakat. Tatkala ia datang iapun berkata (kepada Rasulullah) ,"Ini untuk kalian dan ini hadiah yang diberikan kepadaku."

Nabipun lantas bersabda, "Kalau engkau benar, mengapa engkau tidak duduk saja di rumah ayah atau ibumu, sampai hadiah itu mendatangimu? Demi Allah, tidaklah salah seorang di antara kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya melainkan dia akan menemui Allah dengan membawa beban pada hari Kiamat kelak. Kalau unta atau sapi atau kambing, semua bersuara dengan suaranya."

Kemudian beliau mengangkat tangan sampai kelihatan putih ketiak beliau, seraya bersabda, "Ya Allah, tidakkah telah aku sampaikan" Beliau mengatakan demikian sebanyak tiga kali" (HR. Bukhari).

Keenam, hadis Abdullah bin Amr radhiyallahuanhu, Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,

"Penyuap dan orang yang menerima suap berada dalam neraka" (HR. Thabrani dalam Al-Kabir).

Hati-hatilah, Risywah adalah Dosa Besar

Diantara dalil telah yang kami paparkan di atas, terdapat hadis yang menerangkan ancaman laknat bagi para penyuap dan yang menerima suap. Sedang Para ulama menjelaskan,

"Setiap dosa yang hukumnya berupa laknat, maka dosa tersebut termasuk dosa besar."

Ini menunjukkan bahwa risywah masuk dalam kategori dosa besar, yang seharusnya diwaspadai.

Di samping itu, Allah taala juga menerangkan, bahwa kebiasaan memakan harta suap adalah sifat orang-orang Yahudi. Sehingga praktik suap termasuk bentuk tasyabbuh (menyerupai ciri khas) orang-orang kafir. Dan tasyabbuh kepada orang kafir termasuk dosa besar. Karena Nabi shallallahualaihiwasallam bersabda,

"Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya" (HR. Abu Daud no. 4031. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah: 1/676).

Imam Adz Dzahabi rahimahullah dalam Al Kabair menggolongkan memakan harta orang lain dengan cara yang batil, ke dalam dosa besar. Beliau menyatakan, "Dosa besar ke 20: Kedzoliman dalam bentuk memakan harta manusia dengan cara yang batil." Kemudian beliau menyampaikan firman Allah taala,

"Dan janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil. Jangan pula kalian mengajukan perkara kepada hakim-hakim dengan cara yang batil, supaya kalian dapat mengambil sebagian daripada harta benda orang lain padahal kalian mengetahui, bahwa cara semacam itu adalah batil " (QS: Al Baqarah188).

Tentu tak diragukan lagi, termasuk memakan harta dengan cara yang batil adalah, praktik sogok atau suap menyuap. Sebagaimana ditegaskan oleh Imam al Baghowi dalam tafsirnya,

"Memakan harta manusia dengan cara yang batil ada banyak macamnya. Bisa dengan mengghosob atau merampok. Bisa hasil judi atau gaji penyanyi dan yang sejenis. Terkadang bisa melalui risywah (gratifikasi) atau khianat (korupsi)."

Wabillahi at taufiq.
Hati-Hati ! Inilah 3 Perbuatan Yang Paling Dilaknat Allah SWT !

Hati-Hati ! Inilah 3 Perbuatan Yang Paling Dilaknat Allah SWT !


Seorang isteri yang dzolim yaitu ketika suaminya melakukan sesuatu yang haram atau mendapat sogokan dari seseorang dengan tidak mencegah. Ironis memang ketika isteri menyadari hal itu, tapi malah meremehkan perbuatan tersebut.

Kemudian apa laknat Allah bagi seorang wanita yang membiarkan perbuatan tersebut tanpa mencegahnya?

Maka bagi seorang yang ikut dalam hal tersebut Allah SWT, mengutuk/melaknat menyogok dan orang yang disogok. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW melaknat penyogok, yang menerima sogokan dan perantaranya yang termasuk diharamkan terkait dengan Sogokan

Kalau diperhatikan lebih seksama, ternyata hadits-hadits Rasulullah itu bukan hanya mengharamkan seseorang memakan harta hasil dari sogokan, tetapi juga diharamkan melakukan hal-hal yang bisa membuat sogokan itu berjalan.

Maka yang diharamkan itu bukan hanya satu pekerjaan yaitu memakan harta sogokan, melainkan tiga pekerjaan sekaligus. Yaitu

1. Menerima sogokan

2. Memberi sogokan

3. Mediator sogokan

Sebab tidak akan mungkin terjadi seseorang memakan harta hasil dari sogokan, kalau tidak ada yang menyogoknya. Maka orang yang melakukan sogokan pun termasuk mendapat laknat dari Allah juga.

sebab karena pekerjaan dan inisiatif dia-lah maka ada orang yang makan harta sogokan. Dan biasanya dalam kasus sogokan seperti itu, selalu ada pihak yang menjadi mediator atau perantara yang bisa memuluskan jalan.

Sebab bisa jadi pihak yang menyuap tidak mau menampilkan diri, maka dia akan menggunakan pihak lain sebagai mediator.

Atau sebaliknya, pihak yang menerima suap tidak akan mau bertemu langsung dengan si penyogok, maka peran mediator itu penting. Dan sebagai mediator, maka wajarlah bila mendapatkan komisi uang tertentu dari hasil jasanya itu.

Maka ketiga pihak itu oleh Rasulullah SAW dilaknat sebab ketiganya sepakat dalam kemungkaran. Dan tanpa peran aktif dari semua pihak, sogokan itu tidak akan berjalan dengan lancar.

Sebab dalam dunia sogok menyogok, biasanya memang sudah ada mafianya tersendiri yang mengatur segala sesuatunya agar lepas dari jaring-jaring hukum serta mengaburkan jejak.

Baca juga : Mengerikan ! Inilah hukuman bagi penerima dan pemberi suap !

Rupanya sejak awal Islam sudah sangat antisipatif sekali terhadap gejala dan kebiasaan sogok menyogok tak terkecuali yang akan terjadi di masa depan nanti.

Sejak 15 Abad yang lalu seolah-olah Islam sudah punya gambaran bahwa di masa sekarang ini yang namanya sogok menyogok itu dilakukan secara berkomplot dengan sebuah mafia persogokan yang canggih.

Karena itu sejak dini Islam tidak hanya melaknat orang yang makan harta sogokan, tetapi juga sudah menyebutkan pihak lain yang ikut mensukseskannya.

Yaitu sebuah mafia persogokan yang biasa teramat sulit diberantas, karena semua pihak itu piawai dalam berkelit di balik celah-celah kelemahan hukum buatan manusia.

Maka dengan begitu hukum islam, menjadi akhir hukuman yang berat untuk seorang yang banyak melanggar hukum yang merugikan orang lain dan dirinya, walaupun tidak diketahui oleh manusia, Allah tetap mengetahui hal itu.

Wallahua’lam.

Sumber: islampos.com
Jangan Ragu Ucapkan Minal ‘Aidin Wal-Faizin Saat Lebaran !

Jangan Ragu Ucapkan Minal ‘Aidin Wal-Faizin Saat Lebaran !

Jangan Ragu Ucapkan Minal ‘Aidin Wal-Faizin Saat Lebaran !


Oleh : Faris Khoirul Anam
(Aswaja NU Center Jawa Timur)

Pada hari-hari di penghujung Ramadhan ini, beredar BC bertajuk 'Bagaimana Ucapan Idul Fitri / Idul Adha yang Sesuai Sunnah?' Seingat saya, jelang hari raya di tahun-tahun sebelumnya, BC tersebut juga tersebar.

Intinya, tulisan itu 'mempermasalahkan' beberapa hal yang telah menjadi tradisi kebiasaan umat Islam, khususnya di Indonesia.

Berikut isi lengkap tulisan by no name yang menyebar via BB, WA, atau media sosial lainnya:

"Sehubungan dengan akan datangnya Idul Fitri / Idul Adha, sering kita dengar tersebar ucapan: “MOHON MAAF LAHIR&BATHIN”.

Seolah-olah saat Idul Fitri / Idul Adha hanya khusus untuk minta maaf.

Sungguh sebuah kekeliruan, karena Idhul Fithri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku di hari Idul Fitri / Idul Adha.

Demikian Rasulullah mengajarkan kita. Tidak ada satu ayat Qur'an ataupun suatu Hadits yang menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir & Batin ”di saat-saat Idul Fitri / Idul Adha.

Satu lagi, saat Idul Fitri / Idul Adha, yakni mengucapan : “MINAL'AIDIN WAL FAIZIN”. Arti dari ucapan tersebut adalah: “Kita kembali&meraih kemenangan.”

KITA MAU KEMBALI KEMANA? Apa pada ketaatan atau kemaksiatan? Meraih kemenangan? Kemenangan apa? Apakah kita menang melawan bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan?

Satu hal lagi yang mesti dipahami, setiap kali ada yg ucapkan "Minal‘Aidin wal Faizin” Lantas diikuti dengan kalimat "Mohon Maaf Lahir&Batin ”.

Karena mungkin kita mengira artinya adalah kalimat selanjutnya. Ini sungguh KELIRU luar biasa.

Coba saja sampaikan kalimat itu pada saudara-saudara seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara-negara lain.. PASTI PADA BINGUNG!

Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.

Ucapan yg lebih baik & dicontohkan langsung oleh para sahabat ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , yaitu :

"TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM" (Semoga Allah menerima amalku & amal kalian). Jadi lebih baik, ucapan/SMS/BBM kita:  Taqobbalallahu minna wa minkum. (Selesai)

TANGGAPAN

Riwayat 'Taqabbalallahu Minna wa Minkum' dan Ihwal Ucapan Selainnya

Riwayat yang menjelaskan ucapan 'Taqabbalallahu Minna wa Minkum' dituturkan oleh Muhammad bin Ziyad. Ia menceritakan kejadian kala bersama Abu Umamah al-Bahili dan lainnya dari sahabat Rasulullah SAW. Syahdan, sepulang dari Shalat Id, mereka saling mengatakan,

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ

Imam Ahmad menjelaskan, sanad hadits Abu Umamah ini Jayyid

Ali bin Tsabit berujar,

سألت مالك بن أنس منذ خمس وثلاثين سنة وقال: لم يزل يعرف هذا بالمدينة.


"Aku bertanya pada Malik bin Anas sejak 35 tahun. Dia menjawab, 'Hal (ucapan) ini selalu ditradisikan di Madinah."

Dalam Sunan al-Baihaqi disebutkan:


عَنْ خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ قَالَ: لَقِيتُ وَاثِلَةَ بْنَ الأَسْقَعِ فِي يَوْمِ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، قَالَ وَاثِلَةُ: لَقِيتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عِيدٍ فَقُلْتُ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ، فَقَالَ: نَعَمْ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ.


Diriwayatkan dari Khalid bin Ma'dan, ia berkata, "Aku bertemu Watsilah bin Asqa' pada hari Raya. Aku katakan padanya: Taqabbalallahu minna wa minka. Watsilah menanggapi, 'Aku pernah bertemu Rasulullah SAW pada hari raya, lantas aku katakan 'Taqabbalallahu minna wa minka'. Beliau menjawab, 'Ya, Taqabbalallahu minna wa minka."

Kedua riwayat ini memberikan benang merah, ucapan 'Taqabbalallahu minna wa minka' merupakan bacaan yang disyariatkan (masyru') dan hukum mengucapkannya sunnah.

Apakah Ucapan Lain Tidak Boleh?

Ucapan selamat atau tahniah atas datangnya momen tertentu bisa saja merupakan tradisi atau adat. Sementara hukum asal suatu adat adalah boleh, selagi tidak ada dalil tertentu yang mengubah dari hukum asli ini. Hal ini juga merupakan madzhab Imam Ahmad. Mayoritas ulama menyatakan, ucapan selamat pada hari raya hukumnya boleh (lihat: al-Adab al-Syar'iyah, jilid 3, hal. 219).

Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan, ucapan selamat (tahniah) secara umum diperbolehkan, karena adanya nikmat, atau terhindar dari suatu musibah, dianalogikan dengan validitas sujud syukur dan ta'ziyah (lihat al-Mausu'ah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, jilid 14, hal 99-100).

Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap ucapan baik, apalagi merupakan doa, dalam momen nikmat atau bahkan musibah, adalah sesuatu yang boleh, bahkan baik untuk dilakukan. Dengan kalam lain, ucapan di Idul Fitri / Idul Adha yang terbaik memang 'taqabbalallahu minna wa minkum'. Namun bukan berarti doa dan ucapan lain yang baik itu tidak diperbolehkan.

Meluruskan Makna Minal 'Aidin Wal Faizin

Minal 'Aidin wal Faizin dalam bahasa Indonesia berarti 'Semoga kita termasuk orang yang kembali dan menuai kemenangan'.

Kita yakin, orang yang mengucapkannya tidak akan memaknainya 'kembali pada kemaksiatan pascaramadhan, meraih kemenangan atas bulan Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan'.

Pun, jangan memaknai Minal 'Aidin Wal Faizin' dengan 'Mohon Maaf Lahir Batin', hanya karena biasanya dua kalimat itu beriringan satu sama lain. Itu sama saja dengan 'membahasa-Inggriskan' keset dengan welcome, dengan alasan tulisan itu biasanya ada di keset.

Makna popular kalimat tersebut adalah 'Ja'alanallahu wa iyyakum minal 'aidin ilal fithrah wal faizin bil jannah' (Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang yang kembali pada fitrah dan menuai kemenangan dengan meraih surga).

Jadi jangan khawatir. Maknanya bukan kembali ke perbuatan maksiat dan menang telah menaklukkan Ramadhan. Tanda orang yang diterima ibadahnya, ia makin meningkatkan ketaatan dan makin meninggalkan kemaksiatan (min 'alamati qabulit-tha'ah fa innah tajurru ila tha'atin ukhra).

Apa makna fitrah? Setidaknya ia memiliki dua makna: Islam dan kesucian.

Makna pertama diisyaratkan oleh hadits:


كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia (sebagai/seperti) Yahudi, Nasrani, atau Majusi." (HR al-Bukhari dan Muslim)

Sisi pengambilan kesimpulan hukum atau wajh al-istidlal-nya, Nabi telah menyebutkan agama-agama besar kala itu, namun Nabi tidak menyebutkan Islam. Maka fitrah diartikan sebagai Islam.

Dengan ujaran lain, makna kembali ke fitrah adalah kembali ke Islam, kembali pada ajaran, akhlak, dan keluhuran budaya Islam.

Makna fitrah yang kedua adalah kesucian. Makna ini berdasarkan hadits Nabi:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ أَوْ خَمْسٌ مِنْ الْفِطْرَةِ: الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ


"Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut/menghilangkan bulu ketiak, dan memotong kumis." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kelima macam fitrah yang disebutkan dalam hadits ini kesemuanya kembali pada praktik kebersihan dan kesucian. Dapat disimpulkan kemudian bahwa makna fitrah adalah bersih dan suci.

Jadi, 'minal 'Aidin ilal fithrah', berarti kita mengharap kembali menjadi orang bersih dan suci. Dengan keyakinan pada hadits Nabi, orang yang shiyam dan qiyam (berpuasa dan menghidupkan malam) di bulan Ramadhan, karena iman dan semata mencari ridha Allah, akan diampuni dosanya yang telah lalu. Harapannya, semoga kita seperti bayi yang baru lahir dari rahim ibu, bersih-suci dari salah dan dosa. Amin...

Sementara panjatan doa "Semoga kita menuai kemenangan dengan meraih surga - Wal Faizin bil jannah", sangat terkait dengan tujuan puasa Ramadhan dan happy ending bagi orang yang berhasil membuktikan tujuan itu.

Dalam al-Baqarah ayat 183 dijelaskan bahwa tujuan puasa Ramadhan adalah 'agar kalian bertakwa (la'allakum tattaqun)'.

ياأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ.

Sedangkan Surat al-Hijr ayat 45 dan Ali Imran ayat 133 menjelaskan, bagi orang bertakwa itu hadiahnya adalah surga.

Allah berfirman dalam al Hijr ayat 45:


إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ.


Sedangkan dalam Ali Imran ayat 133 disebutkan:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ.

Ringkasnya, puasa berdampak takwa. Takwa berhadiah surga.

Hal inilah yang menjadi harapan orang yang berpuasa Ramadhan. Ia ingin dijadikan sebagai orang bertakwa dengan sebenarnya, dan mengharap menjadi salah satu penghuni surga.

Itulah makna kemenangan yang terucap dalam 'wal faizin' itu. Bukan kemenangan atas Ramadhan, sehingga bebas melakukan keburukan karena merasa sudah 'menang'!

Minta Maaf di Idul Fitri / Idul Adha Keliru?

Orang yang minta maaf di hari Raya, in syaa-Allah tidak meyakini minta maaf itu hanya khusus di hari Raya. Ini adalah ikhtiar untuk kesempurnaan ibadah.

Islam agama paripurna. Tidak sempurna iman seseorang sampai dua sisi tali hablun minallah dan hablun minannas sama-sama dikuatkan. Dalam sekian hadits dijelaskan misalnya, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, 'hendaknya dia menghormati tamunya', 'hendaknya dia mengatakan yang baik atau diam', dan seterusnya.

Surat al-Ma'un juga menjelaskan, pendusta hari pembalasan itu orang yang menolak anak yatim dan tidak memperdulikan orang miskin. Shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar (tanha 'anil fahsyaa-i wal munkar). Zakat atau sedekah itu membersihkan dan mensucikan mereka (tuthahhiruhum wa tuzakkihim biha).

Dus, dari sekian penjelasan baik dari al-Qur'an maupun Sunnah itu, akhirnya seorang muslim sangat memahami, ada misi kebaikan secara vertikal dan horizontal. Siapa yang mengaku bertauhid, harus baik pula dalam wilayah sosial. Kalau puasa Ramadhan adalah hubungan baik secara vertikal, mengapa kemudian untuk minta maaf pascaramadhan sebagai ranah sosial dilarang?


Wallahu'alam

Akhirul kalam.
Selamat merayakan Idul Fitri ? Idul Adha.
Taqabbalallahu minna wa minkum.
Minal 'aidin wal faizin.
Mohon maaf lahir batin
3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik

3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik

3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik


Tak terasa bulan Ramadhan tahun 2017 ini telah berjalan setengah bulan lebih. Kurang lebih 9 hari lagi lebaran pun akan dirayakan. Menjelang lebaran, umumnya masyarakat di Indonesia khususnya di perkotaan akan disibukkan oleh beragam kegiatan, termasuk mudik.

Saya sendiri juga termasuk salah satu orang yang akan melakukan mudik tahun ini ke kampung halaman saya. Mudik memang telah menjadi semacam tradisi tahunan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat perkotaan Indonesia. Dengan beragam cara dan alasan, aktifitas mudik pada saat lebaran selalu menjadi suatu hal yang diusahakan untuk dijalani.

Tahun ini mudik pun akan diprediksi tetap bakal menjadi aktivitas yang menimbulkan kepadatan bulan Ramdhan. Bagi  Anda yang tahun ini juga berencana melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman, maka tentu saja  Anda harus mempersiapkan segala kebutuhannya terlebih dahulu agar lancar. Dan dengan kecanggihan teknologi yang ada saat ini, Anda pun kini bisa mempersiapkan mudik Anda dengan lebih lancar dan cepat.

Berbicara mengenai beragamnya aplikasi android yang ada pada smartphone sekarang, Anda akan sangat terbantu untuk memudahkan urusan pulang kampung tersebut. Berikut beberapa daftar aplikasi mudik yang akan membuat mudik Anda menjadi makin asik !

1. Aplikasi Pemesanan Tiket Pesawat dan Kereta Api

3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik


Aplikasi pertama agar mudik jadi lebih seru dan asik tentu saja adalah aplikasi pemesanan tiket transportasi dan hotel.  Karena yang namanya mudik tentu anda membutuhkan transportasi untuk sampai ke kampung halaman. Dan pada umumnya transportasi yang paling diburu masyarakat untuk mudik lebaran adalah kereta api dan pesawat.

Pemesanan tiket yang sekarang ini bisa dilakukan jauh-jauh hari sebelum berangkat membuat Anda harus sesegera mungkin memesan tiket sebelum kehabisan. Dan dengan alasan inilah Anda sebaiknya memiliki aplikasi-aplikasi yang berkaitan pemesanan tiket secara online agar lebih mudah.

Ada begitu banyak aplikasi android yang melayani pemesanan tiket pesawat dan kereta api, beberapa diantaranya adalah tiket.com, Indonesia flight, KAI Accsess, Traveloka, PadiTrain dan PadiAir. Semua aplikasi ini menawarkan kemudahan pembelian tiket pesawat dan kereta api secara online. Dan jika Anda memesannya lebih cepat jauh-jauh hari sebelum musim mudik tiba, harga promo yang jauh dari harga standar pun bisa Anda dapatkan dari layanan aplikasi ini.

2. Aplikasi Android Penunjuk Arah dan Peta Lokasi

3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik


Bagi Anda yang merencanakan mudik dengan kendaraan pribadi, Anda juga membutuhkan aplikasi pendukung mudik. Aplikasi penunjuk arah dan peta lokasi merupakan aplikasi wajib bagi mereka yang mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dengan aplikasi tersebut, Anda akan terbantu untuk menentukan jalan terbaik yang bisa Anda tempuh dalam perjalanan ke kampung halaman.

Apalagi mengingat jalur mudik yang selalu ramai dan tidak pernah sepi hingga beberapa menimbulkan kemacetan. Tentu dengan menggunakan aplikasi penunjuk arah ini maka Anda akan bisa menghindari kemacetan dan menggunakan jalur lain yang lancar.

Banyak aplikasi android yang memberikan layanan penunjuk arah maupun peta lokasi, diantaranya yaitu Google Map, Waze Social GPS Maps serta LewatMana. Cara menggunakannya pun cukup mudah. Pengguna hanya perlu memasukkan tujuan pada fitur pencariannya. Maka secara otomatis, peta beserta rute perjalanan akan tersedia.

Jika Anda menggunakan aplikasi Waze, Anda akan memperoleh beberapa informasi penting di jalanan yang akan Anda lewati secara real-time. Dengan aplikasi waze, Anda juga bisa memberikan informasi seputar keadaan jalanan dan lalu lintas yang telah dilewati kepada pengguna lainnya. Dengan demikian perjalanan Anda dan teman-teman pun akan menjadi lebih lancar. Beda lagi dengan aplikasi LewatMana. Ketika Anda menggunakan layanan aplikasi ini, Anda bisa memantau jalanan dengan video streaming yang terintegrasi dalam pantauan CCTV milik TMC Polda Metro Jaya secara langsung.

3. Aplikasi Yang Memaksimalkan Perjalanan Anda

3 Jenis Aplikasi Android Bikin Mudik Makin Asik


Dan terakhir, aplikasi android yang bisa Anda jadikan andalan untuk mudik adalah aplikasi untuk memaksimalkan perjalanan. Karena yang namanya perjalanan, tentu saja kita tidak tahu hal-hal yang ada di dalamnya, karena tidak selamanya sebuah perjalanan bisa lancar, termasuk saat mudik. Maka untuk itulah Anda membutuhkan aplikasi yang bisa membantu memaksimalkan perjalanan mudik Anda menuju kampung halaman tercinta.

Aplikasi-aplikasi android seperti TMC Polda Metro Jaya adalah salah satu pilihan Anda. Dengan aplikasi yang bernama TMC Polda metro Jaya ini maka Anda akan memperoleh banyak sekali info-info penting, mulai dari keberadaan kantor polisi terdekat, kejadian penting seputar kecelakaan, adanya demonstrasi dan maupun kejadian kebakaran.

Selain itu ada juga aplikasi Tips seputar P3K yang menampilkan informasi mengenai pertolongan pertama untuk orang lain dan diri sendiri saat Anda benar-benar membutuhkannya saat dalam perjalanan. Aplikasi penghemat baterai lain seperti DU Battery Saver mungkin juga bisa membantu Anda untuk bisa membuat baterai smartphone Anda jauh lebih hemat dan bertahan lebih lama.

Apa Itu Kualitas BluRay, WEBDL, HDTC, Dan DVDrip Dalam Film ?

Apa Itu Kualitas BluRay, WEBDL, HDTC, Dan DVDrip Dalam Film ?

Apa Itu Kualitas BluRay, WEBDL, HDTC, Dan DVDrip Dalam Film ?


Bagi teman-teman yang sering melakukan streaming atau download film tentunya pasti pernah mendengar tentang istilah-istilah kualitas film seperti Blu-Ray, HDTC, WEBDL, dan sebagainya. Kualitas film yang akan sangat mempengaruhi terhadap kepuasan dalam menonton film itu sendiri. Oleh karenanya, saya ingin menjelaskan sedikit banyak tentang beberapa istilah ini agar nantinya teman-teman tidak menyesal dikemudian hari, capek-capek bergadang sampai tengah malam demi mendapatkan bonus quota, eh film yang di download malah bikin sakit mata.. asli nyesel. Oke langsung saja berikut adalah pengertian tentang kualitas film tersebut mulai dari yang paling bagus sampai yang cukup bagus.

Untuk kualitas film yang paling bagus secara berurutan adalah kualitas BluRay, WEBDL, HDRIP, HDTV.

Untuk kualitas film yang lumayan enak dinikmati diantaranya adalah DVDRip, WEBRIP, HDTC, HDTS, HDCAM.

Selain kualitas diatas terdapat juga kualitas lainnya seperti kualitas DVDScr, CAM, TS, dan TC. Untuk film yang bergenre horror yang biasanya mereka maennya di nuansa malam, kualitas yang rendah tentu saja bikin sakit mata karena terlalu buram.

Setelah mengetahui urutan kualitas film, Berikut sedikit penjelasan mengenai istilah-istilah tersebut :

Kualitas BluRay

Kualitas BluRay adalah kualitas film yang dihasilkan dari hasil penggandaan BR disc yang sudah beredar dipasaran secara resmi, oleh karena itu gambarnya lebih detail dan suaranya pun jernih. Walaupun demikian ukuran file nya juga lebih besar.

Kualitas WEBDL

Kualitas WEBDL  biasanya diunduh dari provider resmi mengeluarkan film tersebut secara online. Seperti contoh dari iTunes store, Netflix, Hulu, dan lainnya yang menyediakan siaran TV online. Biasanya kualitas WEBDL akan muncul sebelum kualitas BluRay nya muncul.

Kualitas HDTV / HDTVRip / HDTC / HDTS

Film-film seri sering menggunakan kualitas HDTV. Hampir sama seperti WEBDL, film dengan kualitas ini disiarkan oleh TV online. Kualitasnya hampir sama dengan WEBDL, tapi tetap berada bawah dari WEBDL.

Sedangkan HDTC, adalah film yang dihasilkan dari proses perekaman menggunakan alat untuk menggandakan film dari projector ke format digital atau biasa juga disebut Telecine dalam kualitas HD.

Kualitas DVDRip, WEBRip

Merupakan film hasil penggandaan dari DVD aslinya. Terkadang terdapat subtitle bahasa asing yang sudah include di dalamnya, jadi mungkin agak sedikit mengganggu karena harus bertimpa dengan subtitle Indonesia yang kita letakkan di depannya.

Kualitas CAM

Adalah film yang dihasilkan dari proses perekaman menggunakan video recorder, bisa dari hp ataupun video recorder yang direkam dari bioskop.

Kualitas CAM sampai saat ini adalah kualitas yang paling rendah, tetapi paling ter-update untuk film-film barunya dan ukuran filenya pun lebih kecil dari kualitas film lainnya.



Inilah 11 Keajaiban Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

Inilah 11 Keajaiban Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

Inilah 11 Keajaiban Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan Tubuh

Berbagai penelitian yang telah dilakukan membuktikan adanya mukjizat luar biasa yang terdapat dibulan ramadhan ditinjau dari sisi ilmu medis. Berbagai penelitian ilmiah yang telah dilakukan, tidak terdapat satupun efek merugikan dari puasa Ramadhan, baik itu pada hati, paru-paru, jantiung, hormon dalam tubuh, maupun fungsi neuropsikiatri.

Penelitian terkait keajaiban puasa Ramadhan telah dilakukan oleh Medeline maupun jurnal lokal dari negara-negara Islam 1960-2008. Sebanyak seratus lima belas artikel lebih yang memenuhi kriteria untuk pemilihan dikaji secara lebih mendalam untuk menjelaskan hal tersebut.

Hasilnya, terdapat manfaat yang luar biasa yang mencengangkan para ilmuwan terkait adanya mukjizat atau keajaiban puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia. Meskipun berpuasa aman bagi semua orang yang sehat dan untuk beberapa kondisi sakit tertentu, namun dalam keadaan penyakit tertentu seseorang juga diharuskan untuk berkonsultasi dengan dokter dan mematuhi anjuran dari dokter tersebut.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim, baik laki-laki maupun perempuan, yang sehat dan sudah mencapai Baligh diwajibkan untuk berpuasa selama sebulan penuh. Meskipun bagi sebagian orang ibadah puasa terasa cukup berat,akan tetapi terdapat keistimewaan dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu mukjizat dalam kesehatan.

Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Sunny dan Abu Nu’aim yang artinya : "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat baik secara biopsikososial berupa kesehatan jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan dalam puasa secara imunopatofisilogis, biomolekular,dan psikobiologis.

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara syara’ adalah menahan diri daripada makan, minum dan berhubungan suami istri yang dimulai dari semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari serta diiringi niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan menahan lapar saja.

Berikut kami uraikan 12 mukizat puasa terhadap kesehatan :

1. Bermanfaat Bagi Jantung

Beberapa penelitian menyatakan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis terhadap metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang dianggap ringan tersebut tampaknya juga memiliki peran bagi peningkatan kesehatan.

2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

Berbeda dengan menahan lapar biasa, dalam puasa Ramadhan penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.

3. Keseimbangan katabolisme dan anabolisme

Berbeda dengan kelaparan atau starvasi biasa yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme tubuh yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan memproduksi glukosa darah serta mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak dapat terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.

4. Puasa tidak mempengaruhi penderita diabetes tipe 2

Puasa ramadhan bagi penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat maupun hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.

5. Penurunan berbagai hormon yang merupakan salah satu rahasia berumur panjang

Penelitian di bidang endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia seseorang dapat berumur panjang.

6. Berpuasa sangat efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin.

Penghentian konsumsi air saat puasa ternyata sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.

7. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia

Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah atau hablu minallah akan meningkat pesat. Setiap amal ibadah yang kita lakukan akan memperoleh balasan berlipat dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia atau habluminannas baik keluarga, saudara dan tetangga. Berbagai peningkatan ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, puas serta bahagia.

8. Puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga puluhan kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan dari serangan penyakit jantung maupun beberapa penyakit kronis lainnya.

9. Menurunkan adrenalin

Jiwa yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa marah ketika menjalankan ibadah  puasa ternyata dapat menurunkan hormon adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Seperti diketahui, hormon Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan meningkatkan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.

10. Memperbaiki fungsi dan kinerja sel

Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.

11. Bermanfaat dalam pembentukan sperma

Manfaat puasa lainnya adalah kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut menunjukkan bahwa puasa memiliki manfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.

Kesimpulannya :

Berbagai kajian ilmiah melalui penelitian medis yang dilakukan telah menunjukkan bahwa ternyata puasa sebulan penuh saat bulan ramadhan meiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi tubuh manusia. Sebaliknya banyak penelitian menunjukkan bahwa puasa berbeda dengan menahan lapar biasa, secara umum tidak akan mengganggu tubuh manusia. Dengan mencermati hasil kajian ilmiah semoga semakin memantapkan keyakinan bahwa berkah kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa ternyata bukan sekedar teori saja. Manfaat puasa bagi kesehatan sebagian telah terbukti secara ilmiah. Maka menjadi hal yang wajar, bahwa Bulan Ramadhan adalah saat yang paling dinantikan oleh kaum muslim karena memang terbukti secara ilmiah menjanjikan berkah dan mukjizat dalam kesehatan manusia.

Wallahu’alam bish shawab

40 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan ( Bag 1 )

40 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan ( Bag 1 )

40 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan


Al Habib Segaf bin Ali Alaydrus dalam kitabnya “Ithaful Ikhwan” menyebutkan 40 sunah di Bulan Ramadhan. Berikut intisarinya:

1. Makan Sahur

Makanlah sahur walaupun sedikit Rasulullah SAW bersabda:

السَّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلَا تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Makan sahur itu memaannya adalah berkah. Maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya dengan meminum seteguk air. Karena Allah SWT dan para malaikat-Nya bershalawat bagi orang-orang yang sahur. (HR Ahmad)

2. Disunahkan untuk menjadikan kurma sebagai salah satu menu sahur.

Nabi SAW bersabda:

 نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

Sebaik-baiknya makanan sahur orang beriman adalah kurma. (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban dan Shahihnya)

3. Mengakhirkan sahur

Disunahkan mengakhirkan makan sahur sampai mendekati Waktu Shubuh asalkan jangan terlalu akhir sehingga kita ragu apakah waktu sahur masih tersisa atau tidak.
Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْإِفْطَارَ وَأَخَّرُوا السُّحُورَ

Umatku akan selalu berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. (HR Ahmad)

Adapun mengakhirkan sahur sampai ragu apakah waktu sahur masih ada, itu tidak dianjurkan. Waktu sahur di mulai sejak tengah malam (Yaitu pertengahan antara waktu Maghrib dan waktu Shubuh) sampai sebelum Fajar.

4. Menentukan waktu imsak (jarak antara selesai sahur dan adzan shubuh)

Disunahkan untuk membuat jarak waktu pemisah antara  waktu sahur dan adzan Shubuh  (waktu imsak). Jangan sampai ia masih makan sahur ketika Adzan Shubuh berkumandang. Sahabat Anas RA menceritakan bahwa Sahabat Zaid bin Tasbit RA mengatakan:

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً

“Kami sahur bersama Nabi SAW, setelah itu kami shalat.”
Aku (Sahabat Anas) bertanya:
“Berapa jarak antara adzan dan sahurnya?”
“Seukuran 50 ayat.” Jawabnya. (HR Bukhari-Muslim)
Sebagian ulama mengirakan bahwa ukuran 50 ayat adalah 15-20 menit. Maka hendaknya berhenti makan sahur lima belas menit sebelum adzan shubuh.

5. Berkumpul untuk sahur

Sunah bersahur bersama-sama.  Ini berdasarkan hadits Zaid bin Tsabit di atas :

تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلَاةِ

Kami sahur bersama dengan Rasulullah SAW kemudian kami shalat. (HR Bukhari-Muslim)

Selain itu berkumpul dalam menyantap makanan itu adalah berkah. Di dalam hadits dikatakan:

خير الطعام ما تكاثرت فيه الأيدي

Sebaik-baik makanan adalah apa yang banyak tangan  (ikut makan) di dalamnya.

6. Membersihkan sela-sela gigi

Sangat ditekankan agar ia membersihkan sela-sela gigi setelah makan sahur. Nabi SAW bersabda:

تخللوا ، فإنه نظافة ، والنظافة تدعو إلى الإيمان ، والإيمان مع صاحبه في الجنة

Sela-selailah gigi karena itu adalah kebersihan dan kebersihan mengajak kepada iman dan iman bersama orang yang beriman ada di dalam surga. (HR Thabrani)

Dikatakan bahwa kesunahan menyela-nyelai gigi lebih ditekankan bagi orang berpuasa dibandingkan bersiwak.

7. Menyegerakan berbuka

Sunah menyegerakan berbuka ketika telah yakin masuk Waktu Maghrib. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:

أَحَبُّ عِبَادِي إِلَيَّ أَعْجَلُهُمْ فِطْرًا

Sesungguhnya hamba yang paling Aku cinrai adalah yang paling segera berbuka. (HR Ahmad dan Turmudzi)

8. Berbuka dengan Ruthob (kurma basah)

Disunahkan berbuka dengan Ruthob , jika tidak ada maka dengan kurma kering (kurma yang biasa ada di pasaran), jika tidak ada maka dengan air. Sahabat Anas Ra mengatakan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Rasulullah SAW berbuka sebelum melaksanakan shalat dengan beberapa butir Ruthob (kurma basah), jika tidak ada maka beberapa butir tamr (kurma kering) dan jika tidak ada maka  dengan beberapa hirup air. (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

9. Memperhatikan makanan berbukanya agar benar-benar berasal dari yang halal.

Sebagiann orang shaleh mengatakan:

“Jika kamu puasa maka perhatikan makanan berbukamu, karena makanan haram adalah racun yang membinasakan agama.”

10. Disunahkan berdoa ketika berbuka

Karena doa ketika berbuka adalah doa yang diijabahi. Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Tiga orang yang tidak akad ditolak doanya: Imam yang  adil, Orang yang berpuasa ketika berbuka dan doa orang yang dizalimi (HR Ahmad dan Turmudzi)

Dengan doa apa saja maka ia mendapatan kesunahan tapi yang utama hendaklah ia berdoa dengan doa yang datang dari nabi saw.
4 Golongan Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa

4 Golongan Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa

4 Golongan Yang Diperbolehkan Untuk Tidak Berpuasa


Golongan manusia di bulan Ramadhan dapat dibagi menjadi tiga golongan:

  • Golongan yang boleh berpuasa dan boleh tidak berpuasa,
  • Golongan yang wajib tidak berpuasa, dan
  • Golongan yang wajib berpuasa.
Golongan Yang Boleh Untuk Berpuasa Atau Tidak Berpuasa

Pertama: Orang sakit

Yang dimaksudkan sakit adalah seseorang memiliki penyakit yang membuatnya tidak lagi dikatakan ssebagai orang sehat.

Para ulama telah sepakat mengenai bolehnya orang sakit untuk tidak berpuasa secara umum. Nanti ketika sembuh, dia mengqadha’nya (menggantinya di hari lain). Dalil mengenai hal ini adalah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Untuk orang sakit ada tiga kondisi:

Kondisi pertama adalah apabila sakitnya ringan dan tidak berpengaruh apa-apa jika tetap berpuasa. Contohnya adalah pilek, pusing atau sakit kepala yang ringan, dan perut keroncongan. Untuk kondisi pertama ini tetap diharuskan untuk berpuasa.

Kondisi kedua adalah apabila sakitnya bisa bertambah parah atau akan menjadi lama sembuhnya dan menjadi berat jika berpuasa, namun hal ini tidak membahayakan. Untuk kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa dan dimakruhkan jika tetap ingin berpuasa.

Kondisi ketiga adalah apabila tetap berpuasa akan menyusahkan dirinya bahkan bisa mengantarkan pada kematian. Untuk kondisi ini diharamkan untuk berpuasa. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” (QS. An Nisa’: 29)

Kedua: Orang yang bersafar

Musafir disni adalah musafir yang melakukan perjalanan jauh sehingga mendapatkan keringanan untuk mengqashar shalat diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Dalil dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala, “Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)

Manakah yang lebih utama bagi orang yang bersafar, berpuasa ataukah tidak? Para ulama dalam hal ini berselisih pendapat. Setelah meneliti lebih jauh dan menggabungkan berbagai macam dalil, dapat dikatakan bahwa musafir ada tiga kondisi.

Kondisi pertama adalah jika berat untuk berpuasa atau sulit melakukan hal-hal yang baik ketika itu, maka lebih utama untuk tidak berpuasa.

Jabir mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar melihat orang yang berdesak-desakan. Lalu ada seseorang yang diberi naungan. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa ini?” Orang-orang pun mengatakan, “Ini adalah orang yang sedang berpuasa.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukanlah suatu yang baik seseorang berpuasa ketika dia bersafar”.” (HR. Bukhari no. 1946 dan Muslim no. 1115). Di sini dikatakan tidak baik berpuasa ketika safar karena ketika itu adalah kondisi yang menyulitkan.

Kondisi kedua adalah jika tidak memberatkan untuk berpuasa dan tidak menyulitkan untuk melakukan berbagai hal kebaikan, maka pada saat ini lebih utama untuk berpuasa.

Dari Abu Darda’, beliau berkata, “Kami pernah keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di beberapa safarnya pada hari yang cukup terik. Sehingga ketika itu orang-orang meletakkan tangannya di kepalanya karena cuaca yang begitu panas. Di antara kami tidak ada yang berpuasa. Hanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja dan Ibnu Rowahah yang berpuasa ketika itu.” (HR. Bukhari no. 1945 dan Muslim no. 1122) Apabila tidak terlalu menyulitkan ketika safar, maka puasa itu lebih baik karena lebih cepat terlepasnya kewajiban. Begitu pula hal ini lebih mudah dilakukan karena berpuasa dengan orang banyak itu lebih menyenangkan daripada mengqodho’ puasa sendiri sedangkan orang-orang tidak berpuasa.

Kondisi ketiga adalah jika berpuasa akan mendapati kesulitan yang berat bahkan dapat mengantarkan pada kematian, maka pada saat ini wajib tidak berpuasa dan diharamkan untuk berpuasa.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata, “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada tahun Fathul Makkah (8 H) menuju Makkah di bulan Ramadhan. Beliau ketika itu berpuasa. Kemudian ketika sampai di Kuroo’ Al Ghomim (suatu lembah antara Mekkah dan Madinah), orang-0rang ketika itu masih berpuasa. Kemudian beliau meminta diambilkan segelas air. Lalu beliau mengangkatnya dan orang-orang pun memperhatikan beliau. Lantas beliau pun meminum air tersebut. Setelah beliau melakukan hal tadi, ada yang mengatakan, “Sesungguhnya sebagian orang ada yang tetap berpuasa.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Mereka itu adalah orang yang durhaka. Mereka itu adalah orang yang durhaka”.” (HR. Muslim no. 1114). Nabi mencela keras seperti ini karena berpuasa dalam kondisi sangat-sangat sulit seperti ini adalah sesuatu yang tercela.

Ketiga: Orang yang Sudah Tua dan Dalam Keadaan Lemah, Juga Orang Sakit yang Tidak Kunjung Sembuh

Para ulama sepakat bahwa orang tua yang tidak mampu berpuasa, boleh baginya untuk tidak berpuasa dan tidak ada qadha bagi mereka. Dan menurut mayoritas ulama, cukup bagi mereka untuk memberi fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan. Pendapat mayoritas ulama inilah yang lebih kuat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al Baqarah: 184)

Begitu pula orang sakit yang tidak kunjung sembuh, maka dia disamakan dengan orang tua yang tidak mampu melakukan puasa sehingga dia diharuskan mengeluarkan fidyah (memberi makan kepada orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan).


Keempat: Wanita Hamil dan Wanita Menyusui

Jika wanita hamil takut terhadap janin yang berada dalam kandungannya dan wanita menyusui takut terhadap bayi yang dia sapih karena sebab keduanya berpuasa, maka boleh baginya untuk tidak berpuasa. Hal ini disepakati oleh para ulama. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla menghilangkan pada musafir separuh shalat. Allah pun menghilangkan puasa pada musafir, wanita hamil dan wanita menyusui.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Namun apakah mereka memiliki kewajiban qadha ‘ ataukah fidyah? Dalam masalah ini ada lima pendapat. Pendapat yang terkuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa cukup dengan fidyah yaitu memberi makan kepada orang miskin tanpa mengqadha’.

Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata, “Keringanan dalam hal ini adalah bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta dan mereka mampu berpuasa. Mereka berdua berbuka jika mereka mau dan memberi makan kepada orang miskin setiap hari yang ditinggalkan, pada saat ini tidak ada qodho’ bagi mereka. Kemudian hal ini dihapus dengan ayat (yang artinya): “Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Namun hukum fidyah ini masih tetap ada bagi orang yang tua renta dan wanita tua renta jika mereka tidak mampu berpuasa. Kemudian bagi wanita hamil dan menyusui jika khawatir mendapat bahaya, maka dia boleh berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan orang miskin bagi setiap hari yang ditinggalkan.” (Dikeluarkan oleh Ibnul Jarud dalam Al Muntaqho dan Al Baihaqi. Lihat Irwa’ul Gholil 4/18)


Inilah yang menjadi pendapat Ibnu ‘Abbas dan Ibnu ‘Umar. Dan tidak diketahui ada sahabat lain yang menyelisihi pendapat keduanya. Juga dapat kita katakan bahwa hadits Ibnu ‘Abbas yang membicarakan surat Al Baqarah ayat 185 dihukumi marfu’ (sebagai sabda Nabi shallallallahu ‘alaihi wa sallam). Alasannya, karena ini adalah perkataan sahabat tentang tafsir yang berkaitan dengan sababun nuzul (sebab turunnya surat Al Baqarah ayat 185). Maka hadits ini dihukumi sebagai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana sudah dikenal dalam ilmu mustholah. Wallahu a’lam.
Ternyata Inilah Manfaat Puasa Bagi Kesehatan !

Ternyata Inilah Manfaat Puasa Bagi Kesehatan !

Ternyata Inilah Manfaat Puasa Bagi Kesehatan !


Pada saat memasuki bulan Ramadhan khususnya, umat muslim diharuskan untuk melakukan ibadah puasa yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Puasa memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan tubuh. Hal ini karena puasa dikaitkan dengan proses detoksifikasi atau pengeluaran zat racun dari dalam tubuh. Terlebih apabila berpuasa di bulan Ramadhan yang dilakukan selama 1 bulan penuh yang dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Berikut manfaat puasa bagi kesehatan tubuh.

Menurunkan kadar kolesterol

Penurunan berat badan pada saat berpuasa merupakan salah satu manfaat puasa. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Uni Emirat Arab menyimpulkan bahwa orang yang berpuasa terjadi pengurangan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung, sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung atau stroke. Terlebih lagi jika mengikuti program diet sehat, tingkat kolesterol pun dapat diturunkan dengan mudah.

Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Sakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Ia dianggap sebagai penyakit pembunuh nomor 1 di dunia. Berpuasa memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung, ketika berpuasa, tubuh melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang bagik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Mengurangi kebiasaan buruk

Berpuasa adalah salah satu cara yang tepat untuk mengubah gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan buruk. Berpuasa dapat menghentikan kebiasaan seperti merokok dan makan makanan yang manis.

Mengontrol berat badan

Berpuasa dapat membuat tubuh untuk lebih mudah menurunkan berat badan. Tidak perlu melakukan diet yang berlebih untuk menurunkan berat badan. Dengan makan makanan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan yang sehat selama berpuasa.

Meningkatkan kemampuan otak

Puasa dapat meningkatkan produksi neurotropik yang diturunkan dari otak, yang membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel-sel otak, dan pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi otak. Penurunan jumlah hormon kortisol pada saat berpuasa yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dapat membuat seseorang menurunkan tingkat stres.

Mencegah diabetes

Diabetes terjadi karena karena tingginya kadar gula dan kolesterol yang terdapat dalam tubuh. Dengan kegiatan berpuasa konsumsi gula dan makanan yang berlemak akan dapat terkontrol sehingga pada akhirnya dapat mencegah diabetes dan penyakit turunannya.

Dapat berpikir lebih tajam dan lebih kreatif

Puasa dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, menurut sebuah penelitian pikiran yang melambat dapat membuatnya bekerja lebih tajam. Rasa lapar ketika berpuasa merupakan masalah yang wajar apabila rasa lapar memaksa untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif.

Menyehatkan ginjal

Ginjal berfungsi untuk sebagai saringan zat berbahaya dari yang kita makan dan minum. Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dengan berkurangnya asupan air pada saat menjalankan ibadah berpuasa, target untuk mencapai kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk kesehatan ginjal.

Mengeluarkan racun dalam tubuh

Manfaat puasa juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh yang menumpuk atau mendetoksifikasi. Selama berpuasa, Anda dapat mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh memakan cadangan lemak untuk mendapatkan energi, cadangan lemak akan membakar setiap racun yang berbahaya dalam tubuh.

Mengatasi sakit sendi atau encok

Dengan berpuasa secara teratur dapat meningkatkan sel penetral alami dalam tubuh yang pada akhirnya akan membuat sakit encok sedikit demi sedikit menuju kesembuhan. Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa adanya korelasi antara meningkatnya kemampuan sel penetral atau pembasmi bakteri dengan membaiknya radang sendi atau penyebab encok itu sendiri.

Menyerap banyak nutrisi

Metabolisme akan menjadi lebih efisien ketika berpuasa. Metabolisme yang efesien berarti jumlah nutrisi yang akan diserap dari makanan menjadi semakin besar. Hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan hormon adiponectin yang diproduksi oleh kombinasi antara puasa dengan sahur, sehingga memungkinkan untuk menyerap lebih banyak nutrisi.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Pada saat berpuasa, tubuh akan lemas yang menurut beberapa orang akan menjadi lebih mudah sakit. Hal ini salah dan ternyata puasa dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ketika berpuasa maka akan terjadi peningkatan Limfosit bahkan sampai 10 kali lipat dalam tubuh, hal ini dapat memberikan pengaruh yang besar dan baik terhadap sistem kekebalan tubuh, sehingga puasa dapat menghindarkan dari berbagai virus.

Itulah 12 manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Dengan berpuasa di bulan Ramadhan atau pada hari Senin dan Kamis, maka tubuh kita pun akan menjadi lebih sehat.

Dikutip dari berbagai sumber.