Hadhramaut Di Tangan Tiga Penguasa

Hadhramaut Di Tangan Tiga Penguasa

Hadhramaut Di Tangan Tiga Penguasa

Aku tidak mengira bisa menjadi bagian dari ini. Sebuah periode bersejarah. Bumi tua Hadhromaut akhirnya tekuk lutut di bawah kangkangan Al-Qoidah.

Saat Aden larut dalam perang antara kelompok militan Al-Houtsi dan Majelis Sya'bi. Dan Saudi serta negara-negara koalisi sibuk menggencarkan operasi meliter di kota Sana'a dan Hudaidah, Al-Qoidah secara teliti menimbang-nimbang kondisi ini. Pada titik tertentu, setelah menunggu sekian tahun, jaringan teroris 'kesayangan Amerika' itu mengambil momentum melancarkan serangan pada sendi-sendi pemerintahan provinsi Hadhromaut.

Yaman yang sedang kacau lantaran Al-Houtsi, kian porak poranda dibuat Al-Qoidah. Hari pertama serangan, Al-Qoidah sukses besar. Mereka melumpuhkan markas meliter, menguasai gudang senjata, merampok bank-bank, meledakkan kantor pemerintah, menjarah fasilitas umum, dan membebaskan Bathorfi. Dua hari berselang tersebar foto di medsos, Kholid Bathorfi, pimpinan Al-Qoidah yang ditawan meliter Yaman, selfie ongkang-ongkang kaki di istana kepresidenan yang berjarak 7 kilo meter dari asramaku.

Maka sejak itu, berarti sudah sebulan yang lalu, bendera Al-Qoidah berkibar-kibar gagah di seantero Mukalla. Ulama fiqih menyebut pergantian pemimpin macam ini dengan istila'. Sejak aku bisa membaca, perpindahan tampuk kekuasaan di Indonesia selalu menggunakan hak suara. Namun di Yaman, aku mengalami langsung pelungsuran kekuasan dengan cara lain yang tak lazim: Kudeta pemerintahan di tangan Al-Houtsi, dan penggulingan kekuasaan oleh Al-Qoidah di Hadhromaut.

Bathorfi berjaya. Di foto selfie itu, ia tersenyum. Jenggotnya lebat, dan lengan kanannya menyandang senjata serbu otomatis yang mampu memuntahkan 450 peluru per menit. Sungguh hebat laki-laki itu. Tiga tahun kemarin ia pontang-panting, kabur dari satu perembunyian ke persembunyian lain seperti tikus, lantas tertangkap, kemudian ia ditunggingkan oleh pemerintah ke dalam penjara, hari ini, lihat lah, ia berlagak.
Hampir semua wilayah Hadhromaut berada dalam genggamannya.

Jika Bathorfi ingin shopping, lelaki itu dan pasukannya pergi Hyper Market Al-Mustahlek, pusat grosir terbesar di Mukalla. Dengan senang hati, kelompok teroris itu mengambil barang sesukanya. Tidak ada yang berani mencegah, sebab ia adalah raja. Bayar? Tidak perlu. Karena baginya semua harta itu adalah Ghonimah. Maka aku duga orang seperti Bathorfi riwayatnya akan tamat dalam penjara Guantanamo. Atau paling tidak, nyawanya akan lunas dihantam rudal musuh.

Benar dugaanku. Kisah asmara Amerika dengan Al-Qoidah, yang dimulai sejak tragedi gedung WTC 11 september 2001 silam, sampai sekarang masih hangat nan mesra. Kalau sore-sore kami mendengar bunyi mesin parut, jelas itu bukan pabrik gula, sebab tak ada pabrik tebu di Mukalla, ia tak lain adalah deru suara pesawat tampa awak kepunyaan negri paman Sam itu.

Amerika dendam kesumat. Pada bulan ini saja, pesawat canggih tampa awak dua kali menciumkan rudal ke kening anggota Al-Qoidah. Hasilnya dua orang modar pada serangan pertama di Syiher. Rudal kedua diluncurkan di dekat istana kepresidenan. Namun tak menelan korban. Aku ngeri. Sampai hari ini pesawat mutakhir itu masih melesat-lesat di langit Hadhromaut, mengintai dedengkot Al-Qoidah, buronan internasional, Bathorfi.

Hadhromaut di bawah naungan Al-Qoidah tidak lebih beruntung ketimbang kota lain. Selain kondisi politik yang amburadul ekonominya kian memburuk. Harga kebutuhan pokok melambung, BBM langka, dan yang lebih menjengkelkan adalah listrik. Kawan tentu tahu bahwa Mukalla akrab dengan terik matahari, kota padang pasir, juga di pesisir pantai, maka lembabnya bukan main dan panas sekali. hehe...

Perihal harga yang melambung bukan masalah bagi kami, para mahasiswa Al-Ahgaff. Dari pondok, kami sudah jago berhemat. Layaknya santri, kiriman untuk sebulan, biasanya kami habiskan selama dua minggu. Setengah bulan pertma itu kami bergaya seperti orang kaya, jarang ke dapur pondok. Nongkrong di kantin. 16 hari setelahnya, sampai kiriman bulan depan tiba, kami menghemat. Lebih tepatnya terlunta-lunta, lobang lama belum ditutup kami gali lubang baru. Maka tak masalah harga kebutuhan naik, asal dapur kuliah masih buka. Namun urusan listrik berbeda.

Pada priode kekholifahan Al-Qoidah ini, listrik tak tanggung-tanggung padam sampai 16 jam. Ba'dal fajr, mulai terang tanah listrik tewas, baru menyala jam 5 sore. Seharian tampa listrik benar-benar menyiksa. Tak ada air, berarti tak mandi. Tanpa kipas, tak bisa menyeduh teh. Kami tak sabar. Hawa panas membuat tidur tak nyenyak dan tubuh lengket sebab keringat.

Malamnya listrik yang kami sayangi itu padam lagi sekitar 4 jam; Dari jam 8 sampai 9, jam 11 sampai 1, dan jam 3 sampai 4 pagi. Aku jengkel setengah mati. 8 jam sisanya baru listrik hidup. Namun parahnya, kata hidup itu harfiah saja, nyatanya listrik byar pet. 5 menit nyala, 5 menit padam, bergantian dari satu sakan ke sakan yang lain. Konon menurut desas-desus yang beredar, rupanya juru listrik Al-Qoidah seorang DJ. Ah, kiranya ia ingin membuat Mukalla berkerlap-kerlip serupa lampu disco. Rakyat pun berdansa, tarian kipas, mengibas-ngibaskan kerdus ke ketek mereka yang basah.

Kenapa aku tidak ikut evakuasi? Mengapa pula aku betah di tempat yang sewaktu-waktu bisa kena rudal ini? Pertanyaan super sekali. Jawabannya, aku bertahan disini karena satu alasan: yaitu Syahadah. Ijazah S1 alumni fakultas Syari'ah wal Qonun tahun kemarin belum juga kelar. Maka aku berdiri digarda depan, menjadi martir, berjihad untuk mengurusi syahadah yang amat istemewa ini.

Aku sebut istimewa sebab ijazah itu bukan sembarang, berbeda dengan yang lain. Ijazah Lc mahasiswa Al-Ahgaff yang beraliran Sunni tahun ini akan dikirim ke kementrian pendidikan Yaman di ibu kota. Maka Syahadah S1 itu akan distempel oleh Syiah, Al-Houtsi. Kertas itu kemudian dilungsurkan ke meja khorijiyyah provinsi Hadhromaut, dan yang mendapat kehormatan menanda tangani adalah Al-Qoidah, gembong teroris. Lantas syahadah kami akan distempel KBRI, tapi bukan di Yaman, namun di Oman. Sungguh paduan yang memesona, Sunni, Syiah, Al-Qoidah dan KBRI Yaman berdomisili di Oman bersatu padu dalam ijazah Lc kami itu.

Berkali-kali aku menemui Zakariya Badebbah, bagian Administrasi kuliah. Saat melihatku penanggung jawab ijazah itu sangat tertekan. Dari kedutan matanya tampak betul bahwa ia kesal sebab terlalu sering kutanya. Aku maklum, urusan syahadah, dalam kondisi politik Yaman yang memanas, memang sulit. Namun teman-teman butuh ijazah itu, bulan depan tahun ajaran baru akan dimulai. Akhirnya Ustad bermarga Badebbah itu bersabda,"Ya ibni, isma'! Saya akan berusaha, buka telingamu baik-baik ya, saya akan berusaha merampungkan ijazah kalian pada bulan enam!"

Nah, kawan, dengarkan apa kata ust. Zakariya itu! Jadi jangan banyak tanya lagi, bosan aku menjawabnya. Insyaallah syahadah kita yang istimewa itu sudah jahiz pada akhir bulan Juni. Meski aku sendiri tidak pasti apakah Juni tahun ini atau tahun depan?!
10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

Ada begitu banyak tipe orang di dunia ini, salah satunya adalah mereka yang perfectionis atau menginginkan semuanya serba sempurna. Biasanya orang seperti ini sangat teliti dalam mengerjakan sesuatu. Mereka tidak akan berhenti bekerja sampai apa yang mereka inginkan tercapai dan memperoleh hasil yang sempurna. Luar biasa, hehe.

Seperti beberapa orang perfeksionis berikut ini, mereka sanggup menata sesuatui dengan sangat rapi dan teliti. Hasilnya memang luar biasa. Setelah melihat foto-foto berikut, kamu pasti mengakui jika mereka sangat telaten dan sabar dalam menyusun barang.

Dilansir dari laman Facebook OMGViral TV dan Pulsk, apa kamu salah satu dari mereka? Cekidot !

1. Ternyata nggak cuma kabel aja yang bisa disusun rapi, buah wortel di supermarket ini juga disusun dengan sangat rapi.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

2. Saat ke toko baju, kamu nggak perlu membuka lipatan kaos untuk melihat gambar di kaos tersebut. Karena tumpukan bajunya sudah memperlihatkan gambarnya seperti ini. Kreatif banget kan?

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

3. Buku ini ditata dengan sangat rapi membentuk susunan yang rapi dan indah.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

4. Buat yang punya bengkel, susunan ban yang rapi kaya gini pasti akan menginspirasimu. Keren banget kan jadinya.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

5. WOW, pemuda ini berhasil menata semua yang berantakan didalam kotak itu menjadi rapi kembali. Jadi nggak susah lagi deh mencari produknya.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !


6. Botol ini juga disusun berdasarkan rasa dan variannya. Jadi nggak tega deh mau ngambil, takut merusak tatanannya.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

7. Selain wortel, ada juga buat apel yang disusun rapi oleh penjaga tokonya. Telaten banget ya.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

8. Gimana ya cara menyusun rempah-rempah ini sehingga berbentuk seperti kerucut? Heran banget kan bisa nggak berantakan.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

9. Nah, buat kamu yang suka makan OREO, ternyata kamu bisa menatanya dengan rapi didalam toples seperti pada gambar dibawah ini.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

10. Ini pasti susunan kabel paling rapi yang pernah kamu lihat.

10 Foto Saat Seorang Perfeksionis Bekerja... Hebat Banget !

Jangan lupa share ke teman-teman kamu ya... 
15 Lukisan Kartun Ini Sindir Gambaran Kehidupan Modern, Apa Kamu Termasuk ?

15 Lukisan Kartun Ini Sindir Gambaran Kehidupan Modern, Apa Kamu Termasuk ?

Kehidupan di zaman yang maju dengan perkembangan teknologi semakin pesat ini berdampak besar terhadap kehidupan manusia saat, disamping memberikan manfaat akan kemudahan dalam mengerjakan sesuatu, ternyata perkembangan teknologi yang mulai ‘gila-gilaan’ juga memberikan dampak buruk terhadap kehidupan manusia. Lantas kondisi seperti itulah yang memancing seorang seniman untuk membuat karya yang penuh makna yang menggambarkan mirisnya kehidupan yang semakin canggih dengan teknologi ini.

Adalah Pawel Kuczynski, kartunis asal Polandia menciptakan berbagai ilustrasi yang menyindir pola dan tingkah laku manusia di zaman sekarang ini.

Berbagai permasalahan hidup sanggup ia tuangkan lewat ilustrasi-ilustrasi sederhana. Penasaran seperti apa? Berikut 15 ilustrasi yang dikumpulkan Brilio dari akun media sosialnya, Senin (20/6). Awas kesindir!

1. Demo dan protes keras yang biasanya ditunggangi oleh kepentingan pihak tertentu.



2. Zaman sekarang, cara untuk mendapat ‘kebebasan’ adalah dengan berlomba-lomba mencari sinyal wifi yang paling kuat.



3. Salah satu bahaya yang bisa mengancam seorang kutu buku zaman sekarang adalah gadget



4. Omongan orang bisa saja langsung dibagikan lewat media sosial, padahal belum tentu benar.



5. Cara mudah untuk mengetahui seseorang adalah lewat media sosialnya.



6. Hukum yang berubah menjadi ‘bermuka dua’.



7. Media zaman sekarang bisa saja ditunggangi kepentingan pihak tertentu untuk menciptakan situasi tertentu



8. Siapa yang berangan-angan siapa yang menikmati?



9. Berani berbicara lantang, tapi sayangnya hanya lewat media sosial.
  


10. Layaknya makanan, Wi-Fi seakan-akan telah menjadi kebutuhan primer.



11. Bagi sebagian orang, sampah bisa berarti hadiah.



12. Mengintip dunia lewat media sosial.



13. Demi sebuah tujuan, seseorang terkadang tega untuk mengorbankan rakyatnya sendiri.



14. Masyarakat yang selalu haus akan informasi, membuat media akan melakukan segalanya.



15. Produsen gadget pun berlomba-lomba menyuapi masyarakat dengan teknologi terbaru mereka.






Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

Masih tebal ingatan saya waktu harus bekerja keras menghemat uang jajan hanya untuk ke warnet dekat sekolah. Sama seperti sebagian besar dari anda, beberapa tahun silam internet adalah barang mewah bagi kebanyakan orang. Saya sumringah bukan main saat menghabiskan waktu di warnet meski hanya untuk ngobrol via MIRC dengan orang yang gak dikenal (pasti anda juga senyum-senyum sendiri waktu dengar kata MIRC)

MIRC tentu saja booming, tapi masih ada lagi bapak sosial media yang juga hits banget saat itu yaitu “friendster”. Bayangkan saja, setiap kali ketemu orang selalu yang ditanyakan adalah “id Friendster kamu apa ?” dan dengan bangga saya menajawab Id saya “Zain Ambi Sang Mentalist” (maklum dulu masih tergila-gila dengan seni misteri itu,)

Setidaknya dengan selalu mengingat Friendster, kita jadi menyadari bahwa dulu kita pernah alay juga :p. Jadi apa nama Id Friendster kamu?

*sengaja saya beri jeda, untuk mengingat-ingat nama alay Friendster anda dulu

Jaman pun berubah sehingga kian lama internet tidak lagi sebuah barang mewah tapi sudah menjadi kebutuhan. Sebegitu pentingnya, konon katanya kita butuh 4 hal yaitu Harta, Tahta, Wanita, dan Paket Data. Nyaris Semua orang punya akun sosmed, kita bisa bertemu dengan teman lama yang hilang entah kemana juga lewat facebook kan?

Sepertinya ini perubahan yang menggembirakan, iya kan?

Banyak hal yang bisa dipelajari hanya dengan mengandalkan beberapa klik di mbah google. Bahkan saya tahu fenonema Dunning Kruger Effect pun bukan dari textbook waktu kuliah tapi dari jurnal yang saya donwload dari internet. Sehingga pada akhirnya terciptalah artikel tentang Dunning Kruger yang viral hingga dishare lebih dari 800 orang (jumlah share yang lumayan mengingat umur blog ini yang belum sampai 1,5 bulan),

Saya sendiri cukup kaget bercampur senang melihatnya dan lagi-lagi tidak bisa dipungkiri bahwa semua karena internet bung !!

Tapi akhir-akhir ini saya mulai menyadari suatu hal. Ternyata internet dan sosial media tidak sebaik yang kita kira. Bak pedang bermata dua, selain dampak positif yang aduhai ternyata ada juga dampak negatif internet yang begitu mengerikan. Parahnya hal negatif ini tidak kita sadari. Dan ini saya sebut dengan KUTUKAN FACEBOOK!!

Sebenarnya ini tidak hanya terjadi di jejaring sosial facebook, sebagian besar situs lainnya juga begitu. Tapi entah kenapa dampaknya lebih kentara di facebook yang akan saya paparkan sebentar lagi.

Kutukan Facebook ini akhirnya menjawab pertanyaan besar yang sering muncul di pikiran saya belakangan tentang beberapa hal seperti mengapa di facebook para penggunanya semakin banyak yang fanatik, entah itu fanatik ke kiri atau ke kanan. Kita semakin terdistract terbagi menjadi dua pihak dengan begitu jelas

Dan kutukan Facebook itu dikarenakan oleh algoritma facebook sendiri

Fenomena ini dikenal dengan nama Filter Buble Effect yang digalakkan oleh aktivits internet nan cerdas bernama Eli Pariser di tahun 2011. Ia juga menerbitkan buku yang viral dengan judul yang sama “The Filter Bubble: How the New Personalized Web Is Changing What We Read and How We Think”

Saya akan buat penjelasannya menjadi sederhana guys,

Pernah tidak, anda penasaran atau sejenak berpikir mengapa iklan yang muncul saat anda membuka internet hampir sebagian besar sesuai dengan minat anda? Entah saat membuka facebook, google, atau bahkan random website selalu muncul iklan yang sesuai dengan minat, history pencarian, dan riwayat klik anda.

Semisal anda pernah buka situs traveling seperti traveloka untuk mencari hotel. Kemudian entah kenapa ketika anda membuka facebook, iklan hotel yang pernah anda cari muncul di facebook anda. Sering menemui hal serupa?

Ya, hal itu wajar ditemui karena semenjak Desember 2009 Google sudah merubah algoritmanya dan kemudian diikuti sebagian besar situs terkenal termasuk Facebook.

Saat ini sebagian besar situs sudah mengubah algoritma isian konten halaman yang tadinya berdasarkan Timeline (Waktu) menjadi algoritma yang berdasarkan histori aktifitas masa lalu pengguna. Sehingga yang muncul pertama kali bukan postingan terdahulu sesuai dengan waktu melainkan sesuai dengan minat dan histori pengguna.

Artinya.. Agar bisa menampilkan data sesuai dengan minat anda maka sebuah algoritma situs akan mengumpulkan informasi tentang pengguna seperti lokasi, riwayat klik, riwayat like, riwayat komentar, riwayat pencarian dan seluruh riwayat anda di internet mulai dari pandangan politik, barang yang anda search di lazada sampai pelatihan NLP terbaik apa yang anda cari (Misal anda bisa menemukan pelatihan terbaik disini )

Akibatnya, muncul iklan-iklan yang sesuai dengan histori anda. Terjadi perlombaan yang begitu masif untuk mengkoleksi sebanyak mungkin data personal kita dengan tujuan agar kedepan data yang ditampilkan sesuai dengan minat kita.

Sudah bisa membayangkan? nah, dengan begini maka data personal anda bisa menjadi bahan yang berharga seperti tahta berlian kalau dijual ke media periklanan. Semua demi menghasilkan iklan yang jauh lebih efektif. Dan bagi anda yang sudah tahu, saat ini cara-cara seperti itu sudah biasa terjadi.

Kalau dilihat dari sisi pengguna (pada awalnya) memang ini hal yang bagus sebab akan langsung efektif mengarahkan kita ke hasil yang kita mau. Bisa anda bayangkan saat ini milyaran informasi tersebar di internet sehingga terkadang walau kita memakai keyword pencarian yang benar, tetap dibutuhkan waktu yang lama untuk mencari data yang kita mau dan sesuai dengan yang kita inginkan 

Kembali lagi, karena algoritma tersebut maka sebuah situs secara otomatis akan cenderung untuk menampilkan informasi yang ingin kita lihat berdasarkan asumsi algoritma tadi.

Tapi, Di sisi lain tersimpan efek yang begitu mengerikan

Yang sering tidak anda sadari (sebelum membaca artikel ini) adalah karena algoritma penyaringan ini pengguna menjadi terpisah dari informasi yang tidak selaras dengan pandangan mereka. Anda akan hidup dalam dunia anda sendiri yang sesuai dengan pandangan anda. Pariser menyebut ini dengan “The Filter Buble”

Ya seperti bubble yang tidak terlihat, jadi algoritma ini menciptakan sebuah gelembung tak terlihat yang memisahkan kita dari pandangan yang kontradiktif dengan sudut pandang kita. Gelembung ini menyebabkan kita terisolasi secara intelektual.

Google, Facebook dan berbagai situs lain akan cenderung memberikan informasi yang familiar, menyenangkan dan mengkonfirmasi kepercayaan utama kita. Sehingga kepercayaan awal kita semakin dibuai dan dimanja dengan berbagai hal hingga semakin kuat pula pada akhirnya. Akibatnya yang pro semakin pro dan yang kontra menjadi semakin kontra.

Sebegitu tidak terlihatnya “penjara buble” ini hingga kita tidak tahu apa yang disembunyikan oleh kita. Minat awal, pandangan awal dan masa lalu kita akan menentukan hal apa yang kita temui di sebuah situs pada masa depan.

Sehingga hanya tersedia sedikit ruang bagi pandangan baru untuk muncul dan kemudian kebebasan bertukar ide menjadi tersudutkan, padahal hal ini penting mengingat masyarakat dunia yang semakin manjemuk

Supaya lebih jelas saya tunjukkan ilustrasinya:

1. Harusnya seperti inilah internet, anda berada di tengah-tengah jutaan informasi yang beragam Baik yang anda diminati atau tidak, sepakat maupun bertentangan dengan pandangan anda.
Lihat ilustrasi berikut :

Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

2. Lalu karena cara kerja filter algoritma, anda secara otomatis disodori informasi yang memang anda suka (berdasarkan histori anda). Awalnya memang akan memudahkan tapi tanpa disadari (karena anda tidak sadar sedang di filter) tercipta sebuah gelembung tak terlihat yang memisahkan anda dari pendapat-pendapat diluar pendapat utama atau prior belief anda.
Lihat ilustrasi berikut :

Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

3. Ujung- ujungnya, anda merasa memiliki pemahaman yang paling benar sendiri, fanatik dan bebal terhadap kritik . Tercipta sebuah ilusi sedemikian rupa karena anda memang hanya bisa melihat informasi yang mendukung belief awal, disodori dan disuapi opini yang pro belief utama anda.
Lihat ilustrasi berikut :

Bubble Effect Filter : Bahaya Algoritma Facebook Yang Membuat Anda Semakin Rasis dan Fanatik

Dan karena tertutup oleh gelembung tadi maka anda tidak bisa melihat informasi lain.

Pandangan yang bertentangan menjadi semakin dijauhkan bahkan meskipun ada artikel yang bagus, konstruktif dan mengkritik pandangan awal anda namun tidak akan sampai ke newsfeed anda sehingga akibatnya timbul pemikiran “pokoknya pandangan saya paling benar”

Sehingga misal seseorang disuatu waktu suka sekali mengklik berita tentang hebatnya ajaran radikal dengan segala kelebihan dan kebenarannya (menurut dia) maka ke depan mesin-mesin facebook, google dan lainnya akan menyuguhkan informasi tentang kehebatan ajaran radikal dan tidak adilnya sistem yang sudah berjalan.

Semua informasi yang bertentangan akan sengaja disembunyikan oleh algoritma itu karena dianggap tidak penting. Semua itu mengakibatkan seseorang menjadi semakin teguh dan percaya bahwa ajaran radikal itu benar adanya.

Oh iya! Kebetulan baru saja terjadi kasus yang mirip sekali dengan yang saya contohkan.

Dian Yulia Novi, tersangka kasus Bom Panci mengaku dalam sebuah wawancara bahwa dia mengenal radikalisme dimulai dari facebook guys.. Iyaa dari Facebook !! persis seperti yang saya katakan tadi kan?

Dan kemudian dia menjadi semakin radikal karena Filter Bubble Effect ini

Dalam Ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP) ada satu presuposisi (asumsi dasar) bahwa People Make The Best Choices Available To Them (Manusia membuat keputusan sesuai dengan pilihan yang tersedia).  Sehingga dengan memahami pernyataan tadi, tidak heran kalau saati ini banyak orang  lebih suka membuat keputusan perilaku untuk membenci orang lain yang berpandangan tidak sama, ya karena pilihan yang tersedia di dunianya (Baca: sosmed dan internet) penuh kebencian !!

Filter buble effect juga bisa bekerja dengan cara lain, misal saat ini sedang hangat isu ahok maka di newsfeed anda muncul beberapa berita tentang Ahok baik pro dan kontra, kemudian anda menjadi tergoda untuk mengklik, mereview, memberikan komentar, dan mencari di google tentang Ahok.

Histori itu akan membuat algoritma facebook beranggapan bahwa berita Ahok itu penting dan sesuai dengan minat anda akibatnya berita-berita lain di luar itu akan sengaja dihilangkan oleh facebook dan google!

Akhirnya anda hanya membaca dan mengklik berita itu-itu saja. Ujung-ujungnya anda merasa bahwa negeri ini penuh dengan kebencian, perbedaan yang tidak bisa dikompromikan, hanya tentang aku dengan segala argumenku yang maha benar !.

Dan karena hanya mengklik yang itu-itu saja google dan facebook pun menganggap bahwa kasus ini sesuai dengan minat dan sangat penting buat anda, sehingga terus ditampilkan di newsfeed anda, ujung-ujungnya itu pun menjadi viral. Kemudian orang lain pun melakukan proses yang sama, timbul efek bola salju yang membuat negeri kita semakin panas.

Seolah-olah tidak ada berita lain padahal kalau anda cek di koran masih banyak berita lain di Indonesia yang menggembirakan misalnya Mobil Listrik Karya Anak Bangsa Yang berhasil Cicipi Lintasan Sirkuit Ferrari.

Tapi kenapa di halaman facebook anda tidak terlihat berita itu? malah lebih banyak kasus ahok? yaaa kita semua terkena filter bubble effect.

Sayangnya, kebanyakan orang (apalagi di Indonesia) tidak menyadari adanya filter ini. Mereka tidak menyadari bahwa mungkin selama ini cara kita berpikir, melihat, dan merasakan dikendalikan oleh sebuah algoritma. Kita semua tidak tahu kalau sedang diisolasi !.

Seandainya pun tahu, seperti anda yang sudah membaca artikel dari blog ini tetap saja yang menjadi permasalahan selanjutnya adalah ketidaktahuan cara mengontrol agar tidak terisolasi dan tidak terkena filter buble effect.

Meskipun anda sudah menekan tombol untuk “delete history and cookies” namun tetap saja akan kesulitan untuk mengambil kontrol. Hal itu disebabkan karena kompleksitas algoritma itu dan penjelasan bagaimana algoritma itu bekerja (google masih merahasiakan bagaiamana algoritmanya bekerja).

Ini fenomena yang membuat bulu kuduk berdiri, karena berdasarkan penelitian terbaru saat ini masyarakat dunia (juga masyarakat indonesia ) lebih banyak mendapatkan berita dari sosial media dan internet dibandingkan media lain seperti koran dan televisi (anda bisa cek disini). Ditambah semakin menjamurnya berita-berita hoax yang seringkali dijadikan bahan rujukan orang yang fanatik dan rasis.

Akhirnya, di titik ini mungkin benar perkataan gadis remaja yang viral beberapa saat lalu yaitu untuk berpuasadari sosial media dan internet selama 10 hari agar pikiran dan perasan kita menjadi lebih netral serta tenang.

Sekali lagi, mungkin kita bisa lebih membuka pikiran untuk berbagai pendapat dan ide-ide baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat awal kita. Bukankah “ Pikiran kita ibarat parasut yang hanya berfungsi ketika terbuka?”
Melacak Rekam Jejak Freeport Mengeksploitasi Bumi Papua

Melacak Rekam Jejak Freeport Mengeksploitasi Bumi Papua

Melacak Rekam Jejak Freeport Mengeksploitasi Bumi Papua


Pada tahun  Jean Jacques Dozy, seorang geolog anggota Ekspedisi Colijn yang pernah melakukan pendakian ke Puncak Cartenz pada 1936, kedatangan seorang tamu. Si tamu tadi bertanya kepadanya tentang keadaan Papua yang pernah dikunjunginya. “Katanya Anda pernah mengunjungi New Guinea (nama Papua saat itu) dan menemukan badan bijih (ore body) ini. Seberapa besarnya?” tanyanya pada Dozy, sebagaimana dikutip dari buku Grasberg karya George A. Mealey.

Pertanyaan tamunya membuat Dozy terhenyak. “Kagetnya serasa seperti sedang ditodong pistol tepat di dada,” kata dia. Bagaimana tidak, setelah 23 tahun lamanya, baru ada orang bertanya demikian kepada Dozy. “Baiklah,” kata Dozi melanjutkan, “ini menyerupai sebuah dinding tebing, tingginya kira-kira 75 meter dan begitu juga panjangnya.”

“Oh..oh,” ujar tamunya. Menurut Dozy, setelah pertemuan itu, tamu tadi langsung terbang menuju Papua, untuk membuktikan apakah omongan Dozy bohong atau jujur. Dan ketika kembali, dia menemui lagi Dozy dan mengatakan, “(Ternyata) itu lebih besar dari yang pernah Anda bilang.”

Tamu yang dimaksud Dozy adalah Forbes. K Wilson, yang bekerja sebagai manajer eksplorasi sulfur di Freeport. Kelak bertahun kemudian Forbes jadi petinggi di Freeport. Sebelum bertemu Dozy, Forbes sudah terlebih dahulu mencari informasi tentang Ekspedisi Colijn. Dalam catatan hariannya, Dozy membuat sketsa gundukan batu hitam aneh yang berdiri menyembul pada ketinggian 3500 meter, di pedalaman Papua. Di bawah skesta itu, Dozy membubuhkan tulisan “Ertsberg” yang artinya “gunung bijih”. Dari sana Forbes mengendus kekayaan bumi Papua.

Sebelum informasi itu ditemukan oleh Forbes, laporan Dozy hanya disimpan di perpustakaan Leiden. Setelah membuktikan temuan Dozy, pihak Freeport tak bisa begitu saja melakukan kegiatan eksploitasi di Irian Jaya (nama Papua saat itu). Terlebih karena kebijakan pemerintahan Sukarno menutup kemungkinan masuknya modal asing ke Indonesia.

Peluang baru muncul saat terjadi peristiwa G30S 1965 yang bermuara pada kejatuhan Sukarno. Dua bulan setelah kup militer itu CEO Freeport Langbourne Williams menelepon Forbes. Dia mendapat kabar baik dari dua eksekutif Texaco bahwa negosiasi Ertsberg akan segera dimulai. Pemerintah Soeharto, kendati belum resmi, mereka anggap jauh lebih bersahabat dengan Amerika ketimbang Sukarno.

Williams yakin, negoisasinya bakal mulus lantaran salah satu eksekutif Texaco, Julius Tahija, punya koneksi kuat dengan Soeharto, yang punya kans kuat untuk naik ke puncak kekuasaan. Julius Tahija adalah mantan tentara yang dekat Sukarno namun berubah menjadi penentangnya.

Sejatinya, pada April 1965 Freeport sudah mendapat lampu hijau untuk menambang di Ertsberg. Namun negosiasi tak kunjung selesai lantaran pemerintahan Sukarno tak mau begitu saja kekayaan alam Indonesia dikelola oleh kelompok bisnis asing. Ketika perubahan politik sudah menunjukkan akhir dari kekuasaan Sukarno, terlebih mendapat pinjaman senilai 60 juta dolar dari lembaga-lembaga dana Amerika, kekuasaan, langkah Freeport kian mantap untuk mengesploitasi kekayaan alam di Papua.

Pada April 1967, tiga bulan sesudah pemberlakuan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (UU PMA) No 1/1967, Freeport Sulphur Incorporated menandatangani sebuah kontrak karya untuk mengeksplorasi dan menambah cadangan emas dan tembaga di Irian Jaya. Penandatangan itu, “membuat Freeport Sulphur perusahaan asing pertama yang menandatangani kontrak dengan pemerintah baru dan satu-satunya perusahaan yang menandatangani kontrak di bawah kondisi yang luar biasa seperti itu,” tulis Denise Leith dalam The Politics of Power: Freeport in Suharto’s Indonesia.

Penandatangan itu terbilang unik dan berani. Selain penandatangannya dilakukan ketua presidium kabinet Ampera Jenderal Soeharto, bukan oleh presiden, wilayah konsesinya (Irian Barat), masih dalam sengketa.

Melacak Rekam Jejak Freeport Mengeksploitasi Bumi Papua
Penandatanganan kontrak pengelolaan tambang di Papua antara Freeport dengan pemerintah Indonesia, 1967.

Menurut persyaratan kontrak itu, Freeport memperoleh masa bebas pajak selama tiga tahun serta konsesi pajak sebesar 35 untuk tujuh tahun berikutnya dan pembebasan segala macam pajak atau royalti selain lima persen pajak penjualan.

“Namun segera setelah kontrak ‘generasi pertama’ ini ditandatangani, pemerintah menyadari bahwa kontrak itu perlu direvisi agar memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia,” ujar Mohammad Sadli, yang ketika itu menjabat menteri pertambangan, dalam buku Pelaku Berkisah dengan editor Thee Kian Wie.

Sadli kelak menjadi anggota tim penasehat ekonomi Presiden Soeharto. “Karena itu kontrak-kontrak ‘generasi kedua’ dibuat lebih restriktif dan kurang menguntungkan investor asing, termasuk untuk perusahaan Kanad, Inco, yang menambang nikel di Soroako, Sulawesi Selatan.”

Undang-Undang PMA, produk hukum yang baru diciptakan di masa transisi kepemimpinan nasional, menjadi salah satu langkah pemerintahan Soeharto untuk menarik modal asing demi memulihkan perekonomian nasional. Dan Freeport, salah satu koorporasi internasional pertama yang ketiban rezeki dari peralihan kekuasaan Sukarno ke Soeharto.
Penyebar Berita Hoax Bisa Meraih Pendapatan Hingga 700 Juta !

Penyebar Berita Hoax Bisa Meraih Pendapatan Hingga 700 Juta !



PortalNewsNKRI - Internet menjadi ladang informasi tanpa batas dengan penyebaran cepat dan cakupan luas. Masyarakat bisa mengetahui sebuah peristiwa secara real-time dan belajar tentang apa saja hanya dengan mengetik kata kunci di kolom mesin pencari.

Namun, ada konsekuensi dari membeludaknya informasi, terlebih ketika semua orang bebas berperan sebagai sumber informasi. Konsekuensi itu adalah buramnya dinding pembatas antara fakta dan hoax.

Komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia berhasil mengidentifikasi dua situs yang berperan dalam menyebarkan berita hoax. Inisiator komunitas tersebut, Septiaji Eko Nugroho, dengan gamblang menyebut nama situsnya, yakni pos-metro.com dan nusanews.com.

Menurut hasil telaah komunitas tersebut, setidaknya ada dua mahasiswa asal Sumatera yang diketahui sebagai pihak pembuat portal berita hoax tersebut.

PortalNews telah mencoba mengakses dua situs itu, tetapi tak berhasil karena telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Note : dua link di atas adalah hasil penelusuran Tim PortalNews di Google, besar kemungkinan itu adalah domain baru dari situs situs tersebut.

Apa motif dari pembuatan situs penyebar berita hoax tersebut? Tidak lain karena urusan uang. Masih menurut Septiaji, penyebaran berita hoax di internet sudah menjadi komoditas. Bahkan, pegawai negeri sipil (PNS) tak segan mencari nafkah dengan menyebar berita bohong.



"Ada yang tadinya PNS, kemudian keluar dari PNS karena fokus mengelola situs penyebar kebencian seperti itu," kata inisiator komunitas Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Septiaji Eko Nugroho, kepada KompasTekno via pesan singkat, Jumat (2/12/2016).

Septiaji tak menyebut identitas detail sang oknum PNS itu. Yang jelas, kata dia, bisnis situs berita hoax dianggap menguntungkan dan tak perlu modal serta biaya operasional besar sehingga menarik minat banyak orang.

Bisa dapat Rp 600 juta-Rp 700 juta

Seperti dijelaskan sebelumnya, duit yang diraup situs berita hoax terhitung besar. Pendapatan rata-ratanya dikatakan berkisar Rp 600 juta hingga Rp 700 juta per tahun.

"Itu estimasi, bisa lebih, bisa kurang. Tim kami menganalisis dari trafik dan potensi iklan yang didapat dari AdSense," kata Septiaji.

Logikanya sederhana, berita hoax kebanyakan memuat konten sensasional tanpa ada verifikasi. Konten sensasional itu mengundang clickbait dan ujung-ujungnya menjadi lahan subur bagi layanan iklan Google AdSense.

Septiaji berharap fenomena penyebaran berita hoax ini bisa segera ditindak tegas oleh pemerintah. Ia dan komunitasnya hanya bisa mengawasi dan saling berbagi informasi terkait pergerakan para penyebar berita tak benar.

"Kami berbasis kekuatan komunitas. Kami menggalang netizen yang peduli dengan pentingnya media sosial yang positif. Untuk jangka pendek, kami akan mulai memperkuat jaringan antar-relawan anti-hoax, antar-grup anti-hoax, sharing resource, dan memperbanyak sinergi," ia menjelaskan.

Ke depan, Septiaji juga berencana menggandeng tokoh-tokoh budaya, ustaz, ulama, tokoh pendidikan, serta tokoh profesi yang mempunyai pengaruh baik di media sosial dan dunia offline.

Tujuannya agar tokoh-tokoh itu bisa turut menyosialisasikan penggunaan media sosial yang tepat dan betapa bahayanya menyebar fitnah dari sisi moral, budaya, etika, dan agama.

Tujuannya agar tokoh-tokoh itu bisa turut menyosialisasikan penggunaan media sosial yang tepat dan betapa bahayanya menyebar fitnah dari sisi moral, budaya, etika, dan agama.


Syair Perahu Hamzah Al Fansuri

Syair Perahu Hamzah Al Fansuri




Syair berikut adalah karangan Hamzah Fansuri, yaitu seorang ahli suluk yang masyhur, yang hidup pada akhir abag ke-16 dan permulaan abad ke-17. Tempat bermukimnya ialah Barus, ia sangat banyak mengunjungi negeri asing, seperti Pahang, Banten, Kudus, Syarh Nawi (tempat kedudukan Raja Siam), Mekkah, dan Madinah.

Syeikh Hamzah Fansuri diakui salah seorang pujangga Islam yang sangat populer di zamannya (Abad 16 dan 17), sehingga kini namanya menghiasi lembaran-lembaran sejarah kesusasteraan Melayu dan Indonesia. Namanya tercatat sebagai tokoh kaliber besar dalam perkembangan Islam di Nusantara dari abadnya hingga ke abad kini.

( baca biografinya disini )

Syair Perahu
Karangan : Hamzah Fansuri

inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah
membetuli jalan tempat berpindah
di sanalah i'tikat diperbetuli sudah [i'tikat = imam]

wahai muda, kenali dirimu
ialah perahu tamsil tubuhmu
tiadalah berapa lama hidupmu
ke akhirat jua kekal diammu

hai muda arif budiman
hasilkan kemudi dengan pedoman
alat perahumu jua kerjakan
itulah jalan membetuli insan

perteguh jua alat perahumu
hasilkan bekal air dan kayu
dayung pengayuh taruh di situ
supaya laju perahumu itu

sudahlah hasil kayu dan ayar [ayar = air]
angkatlah pula sauh dan layar
pada beras bekal jantanlah taksir
niscaya sempurna jalan yang kabir [kabir = besar]

perteguh jua alat perahumu
muaranya sempit tempatmu lalu
banyaklah di sana ikan dan hiu
menanti perahumu lalu dari situ

muaranya dalam, ikan pun banyak
di sanalah perahu karam dan rusak
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak

ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang [rencam = kacau]
ikan pun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang

muaranya itu terlalu sempit
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit
sempurnalah jalan terlalu ba'id [ba'id = jauh]

baiklah perahu engkau perteguh
hasilkan pendapat dengan tali sauh [hasilkan pendapat = ikatkan tali penambat ke darat]
anginnya keras ombaknya cabuh [cabuh = kacau]
pulaunya jauh tempat berlabuh

lengkapkan pendarat dan tali sauh
derasmu banyak bertemu musuh
selebu rencam ombaknya cabuh [samudera yang memusingkan]
la ilaha illallah akan tali yang teguh

barang siapa bergantung di situ
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju
selamat engkau ke pulau itu

la ilaha illah jua yang engkau ikut
di laut keras topan dan ribut
hiu dan paus di belakang menurut
pertetaplah kemudi jangan terkejut

Laut Silan terlalu dalam
di sanalah perahu rusak dan karam
sungguh pun banyak di sana menyelam
larang mendapat permata nilam [nilam = sejenis batu yang indah]

Laut Silan wahid al kahhar [al kahhar = Yang Berkuasa]
riaknya rencam ombaknya besar
anginnya songsongan (mem)belok sengkar [sengkar = balok/papan melintang di kapal]
perbaik kemudi jangan berkisar

itulah laut yang maha indah
ke sanalah kita semuanya berpindah
hasilkan bekal kayu yang juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah  

Silan itu ombaknya kisah [kisah = cerita]
banyaklah akan ke sana berpindah
topan dan ribut terlalu 'azamah ['azamah = hebat]
perbetuli pedoman jangan berubah

Laut Kulzum terlalu dalam
ombaknya muhit pada sekalian alam [muhit = sangat luas]
banyaklah di sana rusak dan karam
perbaiki na'am siang dan malam [na'am = ya, maksudnya sebuah pengakuan]  



ingati sungguh siang dan malam
lautnya deras bertambah dalam
angin pun keras ombaknya rencam
ingati perahu jangan tenggelam

jikalau engkau ingati sungguh
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh

Sampailah ahad dengan masanya
datanglah angin dengan paksanya
belajar perahu sidang budiman (nya)
berlayar itu dengan kelengkapannya

wujud Allah nama perahunya
ilmu Allah akan ....
iman Allah nama kemudinya
"yakin akan Allah" nama pawangnya

"taharat dan istinja" nama lantainya [taharat dan istinja = suci dan bersuci]
"kufur dan maksiat" air ruangnya [kufur dan maksiat = tidak percaya dan durhaka]
tawakkul akan Allah juru batunya
tauhid itu akan sauhnya

la ilaha illallah akan talinya
kamal Allah akan tiangnya [kamal = kesempurnaan]
as salam 'alaikum akan tali lenggangnya
taat dan ibadat anak dayungnya

shalat akan nabi tali bubutannya
istighfar Allah akan layarnya
"allahu akbar" nama anginnya
subhan Allah akan lajunya

"wallahu a'lam" nama rantaunya
"iradat Allah" nama bandarnya
"kudrat Allah"" nama labuhannya
"surga jannat an na'im" nama negerinya

karangan ini suatu madah
mengarangkan syair tempat berpindah
di dalam dunia janganlah tami'ah [tami'ah = loba]
di dalam kubur berkhalwat sudah

kenal dirimu di dalam kubur
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur
di balik papan badan terhancur 

di dalam dunia banyaklah mamang
ke akhirat jua tempatmu pulang
janganlah disusahi emas dan uang
itulah membawa badan terbuang

tuntuti ilmu jangan kepalang
di dalam kubur terbaring seorang
Munkar wa Nakir ke sana datang
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang

tongkatnya lekat tiada terhisab
badanmu remuk siksa dan azab
akalmu itu hilang dan lenyap
.............................................

Munkar wa Nakir bukan kepalang
suaranya merdu bertambah garang
tongkatnya besar terlalu panjang
cambuknya banyak tiada terbilang

kenal dirimu, hai anak Adam!
tatkala di dunia terangnya alam
sekarang di kubur tempatmu kelam
tiada berbeda siang dan malam

kenal dirimu, hai anak dagang!
di balik papan tidur terlentang
kelam dan dingin bukan kepalang
dengan siapa lawan berbincang?

la ilaha illallah itu firman
Tuhan itulah pergantungan alam sekalian
iman tersurat pada hati insap
siang dan malam jangan dilalaikan

la ilaha illallah itu terlalu nyata
tauhid ma'rifat semata-mata [ma'rifat = pengetahuan tentang zat Allah]
memandang yang gaib semuanya rata
lenyapkan ke sana sekalian kita 

la ilaha illallah itu jangan kaupermudah-mudah
sekalian makhluk ke sana berpindah
da'im dan ka'im jangan berubah [da'im dan ka'im = kekal dan teguh]
khalak di sana dengan la ilaha illallah [khalak = yang dijadikan/makhluk]

la ilaha illallah itu jangan kaulalaikan 
siang dan malam jangan kausunyikan
selama hidup juga engkau pakaikan
Allah dan Rasul juga yang menyampaikan

la ilaha illallah itu kata yang teguh
memadamkan cahaya sekalian rusuh
jin dan syaitan sekalian musuh
hendak membawa dia bersungguh-sungguh

la ilaha illallah itu kesudahan kata
tauhid dan ma'rifat semata-mata
hapuskan hendak sekalian perkara
hamba dan Tuhan tiada berbeda

la ilaha illallah itu tempat mengintai
medan yang kadim tempat berdamai [kadim = kekal]
wujud Allah terlalu bitai [bitai = ??]
siang dan malam jangan bercerai