6 Keistimewaan Berpuasa di Bulan Rajab

6 Keistimewaan Berpuasa di Bulan Rajab

6 Keistimewaan Berpuasa di Bulan Rajab


Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Asyhurul Hurum, sebuah bulan yang dimuliakan selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram.

Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah.
Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda :

"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)."

(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Banyak sekali keistimewaan yang diperoleh apabila kita mau menunaikan puasa Rajab, Salah Satunya adalah sebagai berikut:

1. Laksana puasa sebulan

Rasulullah SAW bersabda :

"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya."
HR. At-Thabrani

2. Mencatat Amalnya selama 60 Bulan

Rasulullah SAW bersabda :

"Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan."
Abu Hurairah.


3. Puasa 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka baginya.

4. Puasa 8 hari pada bulan Rajab akan membuka 8 pintu surga untuknya.

5. Puasa 10 hari pada bulan Rajab maka akan menghapus dosa-dosanya dan diganti dengan kebaikan.

6. Puasa sehari pada bulan Rajab akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga.
Rasanya manis melebihi madu.

Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikarunia minum dari sungai tersebut."

Inilah Manfaat Puasa Di Bulan Rajab

Inilah Manfaat Puasa Di Bulan Rajab



Assalamu’alaikum Wr..Wb... hai sehabat, hari ini saya akan memposting beberapa pengertian dan manfaat Puasa Di Bulan Rajab agar pengetahuan kita menjadi lebih luas, langsung yaah cek artikel dibawah ini :

Apakah ada hadits tentang keutamaan tertentu pada bulan Rajab?

Pertama

Bulan Rajab adalah salah bulan Haram (suci) sebagaimana Firman Allah Ta’ala terkait dengannya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ - سورة التوبة: 36

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang  lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)

Bulan-bulan Haram adalah Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram.

Diriwayatkan oleh Bukhari, 4662 dan Muslim, 1679 dari Abu Bakrah radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا , مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ , ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ , وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ


“Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya (ada) empat bulan Haram, tiga (bulan) berurutan, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharam serta Rajab Mudhar yang terdapat di antara (bulan) Jumadi Tsani dan Sya’ban.”

Bulan-bulan ini dinamakan bulan haram karena dua hal;

1.      Karena pada bulan-bulan ini diharamkan berperang, kecuali musuh memulai (perang).

2.      Sebagai penghormatan. Maksudnya jika ada perbuatan yang haram dilanggar, maka pada bulan-bulan ini bobotnya lebih berat dibandingkan pada bulan-bulan lainnya.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala memperingatkan agar tidak terjerumus dalam kemaksiatan pada bulan-bulan ini, berdasarkan firmanNya: “Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” QS. At-Taubah: 36, meskipun melakukan kemaksiatan diharamkan dan dilarang pada bulan-bulan ini dan lainnya, akan tetapi pada bulan-bulan ini sangat diharamkan.

As-Sya’di rahimahullah berkata (dalam tafsirnya) pada hal. 373: “Firman Allah;

‘فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

" Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."

Ada kemungkinan dhamir (kata ganti pada ayat tersebut) kembali kepada dua belas bulan. Dengan demikian, Allah menjelaskan bahwa bulan-bulan tersebut telah ditetapkan ketentuannya  bagi para hamba-Nya, agar mereka meramaikannya dengan ketaatan (kepadaNya) seraya bersyukur kepada Allah atas karunia yang Dia berikan kepadanya serta mengarahkannya untuk kebaikan para hamba dan agar tidak  melakukan perbuatan aniaya terhadap diri sendiri di dalamnya.

Ada kemungkinan dhamir (kata ganti pada ayat tersebut) kembali kepada empat bulan Haram. Ini berarati merupakan larangan khusus bagi mereka untuk berbuat zalim pada bulan-bulan itu, meskipun larangan berbuat zalim berlaku bagi setiap waktu.  Karena bobot keharamannya (di bulan haram) bertambah dan karena kezaliman pada (bulan-bulan haram) lebih berat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.”


Kedua

Adapun puasa pada bulan Rajab, tidak ada ketetapan dari hadits yang shahih tentang keutamaan puasa dengan cara khusus atau suatu puasa apapun. Maka, apa yang dilakukan sebagian orang dengan mengkhususkan beberapa hari di (bulan rajab) dengan berpuasa seraya meyakini keutamaannya dibandingkan dengan (bulan-bulan) lain, adalah tidak ada asalnya dalam agama.

Memang ada sabda dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan dianjurkan berpuasa di bulan-bulan Haram (dan Rajab termasuk bulan Haram), sebagaimana Beliau sallallahu alaihi wa sallam bersabada:

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ


“Berpuasalah di (bulan-bulan) Haram dan tinggalkanlah.”  (HR. Abu Daud, 2428 dan dilemahkan  oleh  Al-Bany dalam kitab Dhaif Abu Daud)

Hadits ini –kalaupun shahih- menunjukkan dianjurkannya berpuasa pada bulan-bulan Haram. Maka, barangsiapa berpuasa di bulan Rajab ini, lalu dia juga berpuasa di bulan-bulan Haram lainnya, maka  hal itu tidak mengapa. Sedangkan jika dikhusukan berpuasa pada bulan Rajab, maka tidak (dibolehkan).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam ‘Majmu’ Fatawa, 25/290: “Adapun  berpuasa di Bulan Rajab secara khusus, semua haditsnya adalah lemah, bahkan palsu. Sedikitpun tidak dijadikan landasan oleh para ulama. Dan juga bukan kategori hadits lemah yang dapat diriwayatkan dalam bab   amalan utama (fadha'ilul a'mal). Mayoritasnya adalah hadits-hadits palsu dan dusta. Terkait riwayat yang terdapat dalam Musnad dan (kitab hadits) lainnya dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam, bahwa  beliau memerintahkan untuk berpuasa pada bulan-bulan Haram yaitu Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah dan Muharram, yang dimaksud adalah anjuran berpuasa pada empat bulan semunya, bukan khusus Rajab.”

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah kebohongan yang diada-adakan.” (Al-Manar Al-Munif, hal. 96)

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam kitab Tabyinul Ujab, hal. 11: “Tidak ada hadits shahih yang layak dijadikan hujjah tentang keutamaan bulan Rajab, tidak juga dalam puasanya atau puasa tertentu , begitu juga (tidak ada) qiyamullail tertentu di dalamnya."

Syekh Sayyid Sabiq rahimahullah berkata dalam kitab Fiqih Sunnah, 1/383: “Puasa Rajab tidak ada keutamaan tambahan dibandingkan dengan (bulan-bulan) lainnya. Hanya saja ia termasuk bulan Haram. Tidak ada dalam sunnah yang shahih bahwa berpuasa mempunyai keutamaan khusus. Adapun (hadits) yang ada tentang hal itu, tidak dapat dijadikan hujjah.”

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang puasa dan qiyam pada malanya di hari kedua puluh tujuh di bulan Rajab, maka beliau menjawab:  ”Puasa dan qiyam pada malam di hari kedua puluh tujuh di bulan Rajab  serta mengkhususkan untuk itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Majmu  Fatawa Ibnu Utsaimin
---------------------------
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, “Ketahuilah bahwa

bulan Rajab itu adalah bulan ALLAH, maka:



* Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan ikhlas,

maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH SWT

* Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab 1427/Isra Mi’raj akan mendapat pahala seperti 5 tahun berpuasa;



* Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan

di sisi ALLAH SWT;



* Barang siapa yang berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3

Rajab ( 3,4,5 Juni 2011 ) maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900

tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;



* Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini, insyaallah permintaannya

akan dikabulkan;



* Barang siapa berpuasa tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh

pintu neraka Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan

dibukakan delapan pintu syurga;



* Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam bulan ini, maka ALLAH akan

mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan menggantikan kesemua kejahatannya

dengan kebaikan, dan barang siapa yang menambah (hari-hari puasa) maka ALLAH

akan menambahkan pahalanya.”



Sabda Rasulullah SAW lagi :

“Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari

madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya

bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”

Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang

membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab ini”.



Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita :

“Ketika kami berjalan bersama-sama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu

Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau

berdoa kepada ALLAH SWT. Lalu saya bertanya kepada beliau:”Ya Rasulullah

mengapakah engkau menangis?” Lalu beliau bersabda :”Wahai Tsauban, mereka itu

sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa

kepada ALLAH, lalu ALLAH meringankan siksa atas mereka”.



Sabda beliau lagi: “Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau

berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka

tidak akan disiksa di dalam kubur.”



Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah,apakah hanya berpuasa satu hari dan

beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa

kubur?” Sabda beliau: “Wahai Tsauban, demi ALLAH Zat yang telah mengutus saya

sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu

hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan

Rajab dengan niat karena ALLAH, kecuali ALLAH mencatatkan baginya seperti

berpuasa satu tahun dan mengerjakan sholat malam satu tahun.”



Sabda beliau lagi: “Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah

bulan aku dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada

dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi,keluarga nabi dan

orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab,

Sya’ban dan bulan Ramadhan.



Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus

bagi mereka.”

Wassalamu’alaikum wr.wb,
Inilah 28 Kelebihan Bulan Rajab Yang Perlu Diketahui

Inilah 28 Kelebihan Bulan Rajab Yang Perlu Diketahui



Bulan-bulan hijrah datang dan pergi tanpa disadari. Hanya Bulan Ramadhan dan Syawal saja yang kebanyakan kita sadar kedatangannya. Berikut adalah himpunan kelebihan-kelebihan bulan Rajab yang bisa dimanfaatkan oleh umat islam dengan memperbanyak ibadah.

1. Sabda Nabi s.a.w.: Hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab, niscaya Allah memuliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari kiamat.

2. Sabda Nabi s.a.w.: Bulan Rajab Bulan Allah, Bulan Syaaban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.

3. Kemuliaan Rajab dengan malam ISRAK MIKRAJnya, Syaaban dengan malam NISFUnya dan Ramadan dengan LAILATUL QADARnya.

4. Malam awal Rajab mustajab do’anya. ( Dalam Kitab Raudhoh Iman Nawawi)

5. Puasa sehari pada bulan Rajab mendapat syurga tertinggi (Firdaus). Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

6. Puasa 3 hari pada bulan Rajab dijadikan parit yang panjang, yang menghalangkan dia ke neraka (panjangnya setahun perjalanan).

7. Puasa 4 hari pada bulan Rajab dihindarkan daripada bala dan daripada penyakit yang besar-besar dan daripada fitnah Dajal di hari kiamat.

8. Puasa 5 hari pada bulan Rajab, aman daripada azab kubur. Puasa enam hari pada bulan Rajab, keluar kubur dengan muka bercahaya.

9. Puasa 7 hari pada bulan Rajab, ditutup daripada tujuh pintu neraka.

10. Puasa 8 hari pada bulan Rajab, dibuka baginya delapan pintu syurga.

11. Puasa 9 hari pada bulan Rajab keluar dari kuburnya lalu, MENGUCAP DUA KALIMAH SHAHADAH, maka tidak ditolak dia dari memasuki syurga.

12. Puasa 10 hari pada bulan Rajab dijadikan dua sayap, terbang seperti kilat di atas Titi Sirotalmustaqim di hari kiamat.

13. Puasa 16 hari pada bulan Rajab akan dapat melihat wajah Allah di dalam syurga dan orang yang pertama menziarahi Allah di dalam syurga.

14. Puasa 19 hari pada bulan Rajab, dibina baginya sebuah mahligai di hadapan mahligai Nabi Allah Ibrahim a.s dan Nabi Allah Adam a.s.


15. Puasa 20 hari pada bulan Rajab, diampunkan segala dosanya yang telah lalu.

16. Kelebihan bulan Rajab dari segala bulan seperti kelebihan Quran atas segala Qalam.

17. Puasa pada awal Rajab, pertengahannya dan akhirnya seperti puasa sebulan pahalanya.

18. Orang yang lemah dari berpuasa pada bulan Rejab hendaklah bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya sebiji roti.

19. Sesiapa bersedekah pada bulan Rajab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya tiap sehelai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjat, dihapus seribu kejahatan.

20. Setiap sehari puasanya pada bulan Rajab dan sedekahnya pada bulan Rajab seperti beribadah seribu Haji dan Umrah. Disediakan mahligai seribu bilik dan seribu bidadari, lebih cantik daripada matahari seribu kali. Bulan RAjab bulan Allah.

21. Bersedekah pada bulan Rajab, dijauhkan Allah daripada api neraka kerana kemuliaan bulan Rajab, Bulan Allah.

22. Allah jadikan di belakang bukit Jabal Qar bumi, yang putih yang penuh dengan Malaikat dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam Rajab meminta ampun oleh mereka kepada Umat Muhammad. Allah menjawap: Telah aku ampunkan mereka!

23. Barangsiapa meminta ampun (beristighfar) kepada Allah pagi dan petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan Rajab di haramkan tubuhnya daripada api neraka.

24. Barangsiapa berpuasa sebulan pada bulan Rajab, Allah berseru kepadanya: ‘Telah wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu kepadaKu. Demi ketinggianKu dan kebesaranKu, tidak Aku tolakkan hajatmu. Engkau adalah jiranKu di bawah `arasyKu, engkau kekasihKu daripada segala makhlukKu, engkau terlebih mulia atasKu. Berbahagialah kamu, tiada dinding antaraKu dan antara kau’.(dari kitab Raudatul Ifkar)

25. Puasa pada 27 bulan Rajab seperti berpuasa enam puluh bulan pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti puasa seribu tahun, kerana kebesaran hari ISRAK-MIKRAJ.

Siapa melapangkan kekeruhan, kesusahan, kesempitan orang mukmin pada bulan Rajab dikurniakan Allah kepadanya Mahligai yang besar di dalam syurga Firdaus.

Siapa berpuasa tiga hari pada bulan Rajab dan beribadah pada malamnya (berjaga), seperti dia berpuasa tiga ribu tahun. Diampunkan baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari, ditunaikan 70 hajat ketika keluar nyawanya daripada jasadnya, 70 hajatnya di dalam kuburnya, 70 hajat ketika terbang suhuf ( ketika Quran dinaik ketika berlalu di Titi Sirotalmustaqim )


RAJAB bulan menabur benih. SYA'BAN bulan menyiram tanaman. RAMADHAN bulan menuai.

RAJAB menyucikan badannya. SYA'BAN menyucikan hatinya. RAMADHAN menyucikan rohnya

RAJAB bulan taubat. SYA,BAN bulan muhibbah. RAMADHAN dilimpahi pahala amalan.

Beramallah menurut kemampuan masing-masing, jika tidak dapat melaksanakannya jangan sampai ditinggalkan semuanya.
Inilah 3 Keutamaan Bulan Rajab Yang Perlu Ummat Islam Ketahui

Inilah 3 Keutamaan Bulan Rajab Yang Perlu Ummat Islam Ketahui

Inilah 3 Keutamaan Bulan Rajab Yang Perlu Ummat Islam Ketahui


Ibnu Katsir menerangkan dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Adhim bahwa Rajab berasal dari tarjib yang artinya menghormat. Dari namanya saja, Rajab adalah bulan yang layak dihormati dan dimuliakan.

Bulan Haram

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan dari empat bulan haram (arba’atun hurum). Karenanya bulan Rajab menjadi istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya.

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ

مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah itu ada 12 bulan. Seluruhnya dalam ketetapan Allah di hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara (12 bulan) itu terdapat empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan yang empat itu…” (QS. At Taubah : 36)

Ketika menjelaskan ayat ini, Ibnu Katsir mengatakan bahwa sanksi berbuat dosa di bulan-bulan haram jauh lebih berat dibandingkan bulan-bulan lainnya, selain bulan suci Ramadhan. Sebaliknya, amal shalih di bulan-bulan haram pahalanya lebih besar dibandingkan di bulan lainnya, kecuali Ramadhan.

“Sesungguhnya mengerjakan perbuatan zalim di bulan-bulan haram, maka dosa dan sanksinya jauh lebih besar dibandingkan melakukan perbuatan zalim di bulan-bulan lainnya,” kata Ibnu Abbas yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

“Amal shalih di bulan haram pahalanya lebih besar, dan kezaliman di bulan ini dosanya juga lebih besar dibanding di bulan-bulan lainnya, kendati kezaliman di setiap keadaan tetap besar dosanya.”

Meskipun diterangkan amal shalih di bulan Rajab lebih besar pahalanya, tidak ada amal khusus di bulan Rajab ini. Baik berupa mandi awal Rajab, shalat malam maupun puasa yang dikhususkan pada tanggal-tanggal tertentu.

Baca juga : Kisah inspiratif tentang memuliakan bulan Rajab

Bulan yang Dekat dengan Ramadhan

Rajab adalah bulan yang dekat dengan bulan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan hanya dipisahkan dengan Sya’ban. Di antara kebiasaan para ulama, mereka menyiapkan diri menyambut bulan Ramadhan sejak bulan Rajab. Hal ini bisa dilihat dari doa yang sangat populer:

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ


“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan”

Doa itu juga tercantum dalam riwayat Al-Baihaqi dan Thabrani, tapi derajatnya dhaif menurut Syaikh Al Albani. Namun, ada juga doa sejenis dengan matan berbeda dalam riwayat Ahmad.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَارِكْ لَنَا فِى رَمَضَانَ

“Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta berkahilah kami dalam bulan Ramadhan” (HR. Ahmad)

Jika sebuah hadits diketahui dhaif, tidak boleh diyakini sebagai sabda Rasulullah. Namun, boleh saja berdoa dengan doa dalam berbagai bahasa. Dan banyak ulama yang membaca doa tersebut. Sebagai permohonan kepada Allah agar diberkahi di bulan Rajab, Sya’ban dan dipertemukan dengan bulan Ramadhan.

Bulan Isra’ Mi’raj

Kendati masih diperselisihkan oleh sejumlah ulama, termasuk Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfury dalam Ar Rahiqul Makhtum, 27 Rajab diyakini sebagai tanggal terjadinya Isra’ Mi’raj, terutama oleh para ulama di Indonesia. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan luar biasa yang melalui peristiwa itu Rasulullah mendapatkan perintah shalat lima waktu. Jika perintah yang lain diturunkan kepada Rasulullah melalui malaikat Jibril, khusus untuk shalat lima waktu ini, Rasulullah ‘dipanggil’ langsung oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Maka sepatutnya, di bulan Rajab ini kita memperbaiki kualitas shalat kita dan setelah itu kita memperbaiki kualitas jiwa dengan puasa wajib di bulan Ramadhan. Wallahu a’lam bish shawab.

Kisah Inspiratif Tentang Kelebihan Bulan Rajab

Kisah Inspiratif Tentang Kelebihan Bulan Rajab

Kisah Inspiratif Tentang Kelebihan Bulan Rajab


“Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan aku (Rasulullah SAW) dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku”.

"Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para Nabi, keluarga Nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang serta tidak ada rasa lapar dan haus bagi mereka”

Dalam sebuah buku Imam Al Ghazali, dikisahkan, seorang perempuan beribadah di Baitul maqdis dan setiap hari selama bulan Rajab ia selalu mendekatkan diri kepada Allah. Perempuan itu selalu memakai baju mantel. Pada suatu hari, perempuan itu sakit keras. Ia berwasiat kepada anaknya, jika ia meninggal agar mantelnya disertakan di dalam kuburnya. Namun anak itu lupa melaksanakan wasiat ibunya. Pada suatu malam, ia bermimpi melihat ibunya. Ibunya berkata, “Anakku, aku tidak meridhaimu, sebab engkau tidak melaksanakan wasiatku.”

 Anak itu terbangun dengan perasaan cemas kemudian ia bergegas menuju kuburan ibunya lalu mulai menggalinya kembali untuk menguburkan mantel ibunya. Betapa kagetnya ia karena jenazah ibunya tidak ada. Lalu terdengarlah suara,“Apakah engkau tidak tahu bahwa barangsiapa yang taat kepada Kami pada bulan Rajab, Kami tidak akan membiarkannya sendirian di dalam kubur…”

Kata Rajab diambil dari kata at-tarjib, artinya pengagungan. Rajab disebut juga tercurah, sebab pada bulan ini Allah mencurahkan rahmatNya kepada orang-orang yang bertaubat dan mengabulkan doa untuk orang-orang yang beramal. Rajab juga berarti tuli, sebab pada bulan ini tidak terdengar suara peperangan. Rajab juga disebut sebagai al-Muthahhir, karena orang-orang yang berpuasa pada bulan itu akan disucikan dari berbagai dosa dan kesalahan.

Ada juga yang berpendapat bahwa Rajab adalah nama sebuah sungai di surga yang airnya lebih putih daripada susu, rasanya lebih manis daripada madu, dan lebih dingin daripada es. Tidak ada yang akan meminumnya, kecuali mereka yang berpuasa pada bulan Rajab. Sabda Rasulullah SAW:

 “Pada malam mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s.: “Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?”Maka berkata Jibrilb a.s.: “Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau di bulan Rajab ini”.

Dari sahabat Anas bin Malik r.a,  Rasulullah SAW bersabda pula :

 “Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut”.

Dalam sebuah riwayat, sahabat Tsauban r.a bercerita:

“Ketika kami berjalan bersama Rasulullah SAW melalui sebuah kuburan, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih, kemudian beliau berdo’a kepada Allah SWT. Lalu saya bertanya kepada Rasulullah SAW:
“Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis?” Lalu Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur mereka dan saya berdo’a kepada Allah, lalu Allah meringankan siksa kubur mereka”
Sabda Rasulullah SAW lagi: “Wahai Tsauban, kalau sekiranya mereka ini mau berpuasa 1 hari saja dalam bulan Rajab dan mereka tidak tidur semalam saja di bulan Rajab, niscaya mereka tidak akan disiksa dalam kubur”
Tsauban bertanya: “Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa 1 hari dan beribadah 1 malam dalam bulan Rajab, sudah bisa menghindarkan mereka dari siksa kubur?”
Sabda Rasulullah SAW: “Wahai Tsauban, Demi Allah Dzat yang telah mengutus saya sebagai Nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa 1 hari dan mengerjakan sholat malam sekali dalam bulan Rajab dengan niat karena Allah, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa 1 tahun dan mengerjakan sholat malam 1 tahun”

Dari sahabat Salman al-Farizi r.a, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, maka seolah-olah dia telah berpuasa seribu tahun, dan seakan dia telah memerdekakan seribu budak. Dan barangsiapa bersedekah pada bulan itu, maka seolah-olah dia bersedekah dengan seribu dinar, dan ditetap dari setiap rambut yang ada pada tubuhnya dengan seribu kebaikan, an diangkatnya seribu derajat, dihapuskan darinya seribu keburukan, dan ditetapkannya baginya setiap hari yang dia gunakan untuk berpuasa dan bersedekah itu dengan seribu haji dan seribu umrah, serta dibangunkannya baginya seribu rumah, seribu istana dan seribu kamar.”

Sebuah cerita menarik terkait kelebihan bulan Rajab

Ketika di zaman Nabi S.A.W, terdapat seorang perompak jalanan yang terkenal. Setiap tengah malam, dia akan menangkap dan merompak siapa saja yang ditemuinya berjalan sendiri. Kadang-kala, dia akan memukul dan membunuh orang yang dirompaknya. Setelah merompak, dia terus pulang ke rumah. Tidak ada seorang pun yang mampu menangkap lelaki tersebut.

Disebabkan kekejamannya, Nabi S.A.W telah berkata dengan perasaan marah tentang lelaki tersebut: “orang itu jahat, jika dia meninggal, aku tidak akan menyembahyangkan dan mengkebumikannya di tanah perkuburan orang Muslim”. Setelah beberapa tahun kemudian, lelaki tersebut meningggal dunia. Dia mempunyai seorang anak perempuan.

Malangnya, anak perempuan itu tidak mau menemui seorang pun yang mau membantunya untuk mengurus jenazah ayahnya. Disebabkan Nabi S.A.W pernah mencela perbuatan ayahnya- tidak akan menyembahyangkan dan mengkebumikannya di tanah perkuburan orang Muslim, orang-orang nakal telah membawa jenazah tersebut melalui jalan Madina dan membuangnya ke dalam sebuah tempat kotor .

Setelah jenazah itu dibuang, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad S.A.W dan berkata, “Ya Habibi ya Muhammad! Wahai kekasih Ku Nabi S.A.W, hari ini seorang dari wali Ku telah meninggal dunia. Kamu harus pergi dan memandikannya, mengkafankannya, menyembahyangkanya serta mengkebumikannya.” Nabi S.A.W terkejut, sepanjang hidupnya baginda telah mencela lelaki tersebut.

Sekarang apabila lelaki tersebut meninggal dunia, Allah memberitahukan baginda bahwa lelaki tersebut sebenarnya adalah wali-Nya. Bagaimana dia bisa menjadi wali? Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat mencampuri urusan pengetahuan Allah, walaupun Nabi S.A.W. Jika Allah mau menjadikan seorang perompak sebagai wali-Nya, tidak boleh sama sekali kita bertanya “KENAPA?” Kita mesti menerimanya.

Oleh sebab itu, mengikuti ajaran Sufi dan ajaran di dalam tarekat , kita mesti memandang orang disekeliling lebih baik daripada kita. Kita tidak tau jika Allah akan menaikkan makam seseorang kepada makam yang lebih tinggi daripada makam kita; Siapa tahu? Tidak akan ada seorang pun yang akan tau, oleh yang demikian janganlah kita mencampuri urusan-Nya.

Jangan memandang rendah kepada orang lain. jika kita merasa kita lebih baik daripada mereka. Kita tidak tahu ada orang tersebut, pada pandangan Allah adalah wali ataupun tidak. Siapa yang tahu? yang demikian, kita perlu memandang tinggi kepada orang lain, menghormati mereka dan sentiasa merendahkan diri sendiri. Jangan sama sekali menunjukkan ego dan senantiasa berpuas hati. Allah berkata kepada Nabi S.A.W, “Ya Rasulullah, pergi cari dia dan bersihkan dia.” Dengan serta merta, Nabi S.A.W memanggil Sayyidina Abu Bakar as-Siddiq dan berkata, “Wahai Abu Bakar, kita perlu pergi dan mencari ‘lelaki’ tersebut. Abu Bakar berkata, “Ya Rasulullah, baginda pernah berkata bahwa baginda tidak akan mengkuburkan lelaki tersebut di tanah pemakaman orang Islam, dia bukan seorang muslim!” Nabi S.A.W berkata, “Tidak, tinggalkan persoalan Muslim. Allah memberitahuku tentang lelaki tersebut adalah seorang wali!” Apa yang telah dilakukan oleh perompak tersebut sepanjang hidupnya sehingga dia menjadi seorang wali? Sepanjang hidupnya, dia telah membunuh, merompak dan mencuri.

Nabi S.A.W pergi ke tempat tersebut, mengambil mayat lelaki tersebut dengan tangan baginda sendiri, dan membawanya pulang ke rumahnya dengan sahabat-sahabatnya. Kemudian, baginda membersihkannya, memandikannya, mengkafankannya, menyembahyangkannya dan seterusnya membawa jenazah lelaki tersebut ke masjid Nabi S.A.W. ke Jannat ul-Baqi. Jarak perjalanan dari masjid ke Jannat ul-Baqi berjarak 15 menit jika berjalan kaki.

Namun begitu, Nabi S.A.W menempuh jalan tersebut lebih dari dua jam untuk sampai dari tempat yang pertama ke tempat yang kedua. Semua sahabat-sahabat baginda merasa heran melihat cara rasulullah S.A.W. berjalan. Dengan tangan baginda sendiri baginda telah membersihkan lelaki tersebut, memandikannya dan menyembahyangkannya.

Semasa baginda membawa jenazah tersebut ke tanah kuburan, baginda berjalan menggunakan jari kakinya (secara menjinjat). Lantas sahabat-sahabat baginda bertanya, “Wahai Rasulullah, kenapa engkau berjalan demikian?” Baginda menjawab, “Allah telah memerintahkan semua wali yang ada di timur dan barat, dan semua malaikat yang berada di tujuh surga dan semua para wali hadir dan mengiringi jenazah ini. Mereka semua terlalu banyak dan memenuhi jalan, dan aku tidak mempunyai tempat untuk berjalan. Sepanjang hidupku, aku tidak pernah terkejut seperti hari ini.”

Sesudah mengkebumikan lelaki tersebut, Nabi S.A.W tidak berkata dengan siapapun. sebaliknya baginda terus pulang ke rumah dengan badan yang bergetar-getar. Baginda duduk dengan Sayydina Abu Bakar dan bertanya kepada baginda tentang apa yang telah dilakukan oleh wali tersebut; menjadi perompak sepanjang hidupnya tetapi mendapat tempat yang cukup tinggi di sisi Allah.
Sayyidina Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, aku berasa malu untuk bertanyakan tentang apa yang telah aku saksikan hari ini, ia sesuatu yang mengherankan.” Kemudian, Nabi S.A.W. menjawab,” Wahai Abu Bakar, aku lebih terkejut daripada kamu, dan aku sedang menunggu kehadiran Jibril dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi” Jibril datang, Nabi S.A.W berkata,” Wahai Jibril, apakah yang terjadi sebenarnya?” Jibril menjawab,” Wahai Nabi S.A.W., janganlah engkau bertanya kepadaku. Aku juga heran seperti baginda. Oleh sebab itu, jangan merasa heran karena itu adalah kehendak Allah .manusia tidak dapat melakukan itu semua dan Dia memberitahu baginda untuk bertanya pada anak laki-laki tersebut tentang apa yang telah terjadi semasa hidupnyanya.”
Dengan segera baginda pergi tidak ditemani oleh Sayydina Abu Bakar, Nabi S.A.W. dengan sendirinya pergi ke rumah perompak tersebut. Nabi S.A.W. dengan rendah diri baginda merendahkan diri sebagai manusia paling sempurna yang dicintai Allah pergi ke rumah perompak tersebut untuk bertanyakan apa yang telah dilakukan oleh ayahnya semasa hidupnya: “Wahai anakku, ceritakan kepadaku bagaimana kehidupan ayahmu.” Anak perempuan lelaki itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku begitu malu dengan apa yang akan aku ceritakan kepada kamu. Ayahku seorang pembunuh, seorang pembunuh. Aku tidak pernah melihat dia melakukan melakukan kebaikan. Dia merompak dan mencuri siang dan malam kecuali satu bulan. AKAN TETAPI Apabila bulan tersebut tiba, dia akan berkata: “Bulan ini adalah bulan tuhanku, kerana ayahku pernah mendengar engkau berkata, Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Nabi S.A.W. dan Ramadan adalah bulan umat Muhammad.” Kemudian ayahku berkata lagi, “aku tidak tau dengan bulan Nabi S.A.W. atau bulan umat Muhammad, kecuali bulan tuhanku. Oleh sebab itu aku akan duduk di dalam bilikku bersendiriaan, dan bersuluk sepanjang bulan ini.

Nabi S.A.W bertanya kepada anak perempuan itu lagi, “Apakah jenis suluk yang dia lakukan?” Dia menjawab,” Wahai Rasulullah, satu hari ketika ayahku sedang berjalan untuk mencari seseorang yang akan dirompaknya, dia bertemu dengan seorang lelaki tua yang berumur 70-80 tahun. Lantas ayahku memukulnya hingga pingsan, dan kemudiannya merompaknya. Dia menemukan sehelai kertas kecil yang tergulung pada orang tua tersebut. Kemudian, dia membukanya dan mendapati di dalamnya ada satu doa. Ayahku amat gembira dengan doa tersebut.

Setiap tahun, apabila datang bulan Rajab-bulan Allah , ayahku akan duduk bersendirian dan membaca doa tersebut siang dan malam, menangis dan membaca, kecuali keluar untuk makan dan membersihkan diri. Apabila bulan Rajab berakhir, dia akan bangun dan berkata, bulan Allah telah tamat, sekarang untuk menyenangkanku aku akan kembali merompak dan mencuri untuk 11 bulan yang akan datang.

Doa (Doa awliya’ Abbas) yang digunakan oleh lelaki tersebut adalah sangat penting dan kita dinasehatkan untuk membacanya 3 kali sehari ketika bulan Rajab. guru saya berkata doa ini mencuci semua dosa dan menjadikan kamu putih seperti bayi yang baru dilahirkan. Doa ini amat terkenal di dalam ajaran sufi. Apabila Nabi S.A.W meminta anak perempuan lelaki tersebut memberikan doa tersebut kepadanya, baginda terus mencium kertas doa tersebut dan menyapunya pada badan baginda. Jangan tinggalkan doa dan amalkannya ketika bulan ini datang, teruskan membacanya, dan Allah akan memberi kepada kita, Insyallah. tergantung kepada niat masing-masing.

Allah telah berkata kepada Nabi S.A.W., “Wahai Nabi yang Kucintai, orang itu telah datang dan memohon ampunan kepadaKu di dalam bulan yang sangat berharga. Oleh karena itu, dia berkorban satu bulan penuh dalam setahun untukKu, Aku ampuni semua kesalahannya, dan aku ganti semua dosanya dengan pahala . Kerana dia mempunyai terlalu banyak dosa, sekarang dia mempunyai banyak ganjaran, dan dia kini menjadi wali besar.” Kerana satu doa, Allah jadikan seseorang yang tidak pernah beribadat sepanjang hidupnya menjadi wali.

Wallahu A'lam Bisshowaab